Tampilkan postingan dengan label Tao. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tao. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

[FF] Last Chance, Last Love *part 2b* (This is Not End)

Annyeong... Akhirnya aku melanjutkan hutangku yang tertunda. Dan lamaaaaa sekali aku tidak mengutak atik blogku ini. Sibuk? Pasti. Sibuk dengan kuliah dan tugas :). Jadi readers mohon mengertilah admin ehehe.
Oke kembali lagi ke topik tentang FF.ku yang sudah lama tidak lanjut. Readers dan Chagiya-ku masih inget gak yah story sebelumnyaaa??? Oke, klo blum inget, aq review sajaa... Oke, check this out.

Back to part 2a :
-          Ha Young akhirnya mengetahui perasaan Hyun Ra terhadap Chanyeol, sahabat mereka berdua.
-          Suho masih merahasiakan penyakit ha young.
-          Hyun Ra di siksa oleh appanya, dan chanyeol menolongnya.
-          Suho mulai cemburu dengan kehadiran chanyeol yang selalu berada di samping hyun ra.
-          Chanyeol akhirnya mengetahui kenyataan bahwa suho menyukai hyun ra, dan hyun ra pergi entah kemana.
-          Ha young benar-benar terganggu dengan keadaannya yang mudah sekali marah dan emosi. Ha young frustasi dengan keadaannya ditambah lagi dengan kenyataan bahwa hyun ra dan dirinya sama-sama menyuakai namja yang sama.
-          Suho memberitahu penyakit yang di derita ha young, sama persis dengan penyebab kematian ibu mereka.
-          Ha young meminta suho untuk tidak memberitahu siapun.

Lanjuttt....

Kamis, 23 Agustus 2012

[FF GJ] Cinta ku kecantol di 1 ton jengkol - Sequel

Annyeong. Saya comeback bawain FF nih. Sbenerx ni FF kgk da. Tpi si farah chagi minta kelanjutanx cz kgk puas ma ending FF yg wktu itu. Ckckc gwaenchana lah. Mumpung otak q lgi GJ.
.
Dri pd aq ngecincau mulu. Mending q mulai aja ngarangx. 0k.
.
Owh ia 1 lgi. Ni FF msih ada hubunganx ma FF GJ yg judulx "cinta q kecantol di 1 ton jengkol". Jdi yg bingung y di maklumi ajo. Klo gk mw bingung baca aja ff yg "cinta q kecantol di 1 ton jengkol". H0h0
.
Tittle: cinta ku mentok di kebun tao
Genre: comedi, romance, aneh abal-abal
Cast:
-Song Ji Ae
-Park Ha Young
-Kim Yesung (SJ)
-Tao (EXO)
-D.O (EXO)
.
________________
.
Song ji ae POV
.
Akhhh akhirnya MOS sudah selesai. Hufh walaupun mengecewakan karena aku tak bisa memenangkan perlombaan makan jengkol itu.
.
Seiring dengan berjalannya waktu dan kakiku, skrg aku dan yesung oppa menjadi dekat. Ihihihi aku jadi malu. Dan tau kah kalian? #kgk# nanti jam 00.00 aku dan ha young di aja berkencan oleh yesung dan tao oppa. Hahahasikkk. Aku hruz berdandan se_cute mungkin seperti dandanan lady gaga
.
Ji ae pov end
Author pov
.
Saat ini sudah menunjukan pukun 21.00. Ji ae dan ha young sudah berada di dalam wilayah kebun pete si tao. Mereka duduk di bawah pohon kamboja, duduk bersila menunggu pangeran drakula datang.
.
Sedetik kemudian tiba-tiba kendaraan ddangkoma datang dengan dua manusia diataznya.
.
"hai smw. Apakah kalian sudah lama menunggu?" tanya namja berkepala besar
.
"baru 3 jam kog" jawab ji ae melotot
.
"mianhae chagia, tadi kami sedang mencari sesuatu dlu untuk kalian" ucap tao pada ha young.
Tao dan ha young sudah resmi menjadi sepasang kekasih setelah melewati beberapa tahapan persidangan dan penandatanganan surat pacaran. Dan smpai skrg hubungan mereka akbar wal afiad. Tapi setiap sedang ada masalah mereka akan berperang membawa teng dan basoka.
.
Author pov end
Ji ae pov
.
Akhirx mereka dtang juga.
"memang tdi apa yg klian cari?" tnya ku
.
"kami mencari ini. Seikat bunga kemenyan khusus untuk kalian" ucap yesung smbil pamer lidah
.
"mwo bunga kemenyan?" kaget ha young
.
"nde" jwab yesung dan tao
.
"kyaaa klian romantis bgt sihhhhh" girang q dan ha young smbil mengambil bungan kemenyan dri badan yesung da tao
.
Tiba-tiba ha young berkata
.
"hmm yeye oppa kapan nih yg mw ngegebet kawan q?" pertanyaan ha young membuat q pucat. Oh no0..
.
"hmm tunggu saeng. Tunggu aq berumur" jwab yesung
.
"owh klo bgt aq dan tao oppa mau mojok dlu ne di atas po'on beringin" pamit ha young pd q dan yesung oppa.
.
Dan skrg yg trsisa hanyalah aq dan rajax ddangkoma
.
Ji ae pov end
Author pov
.
"ji ae, hmm bgaimana. Apa kau sudah pny jawaban? Aku sudah tak sabar menunggu jawaban dri mu" tnya yesung sambil brpose nungging ala donggi. #dihajarcloud#
.
"ah itu hmm anu,aduh aq jdi bingung mw ngomong ape" bingung ji ae sambil garuk-garuk kepala pakek kaki
.
"ayo lah ji ae jawab" paksa yesung
.
"mianhae oppa. Yg aku butuhkan namja yg brkecukupan. Cukup punya mobil 3, cukup pny rumah 2, cukup pny motor 4, cukup pny lapangan pesawat dan trminal. Dan aku juga butuh namja yg pny 3 RAS. Bisa ngasih beRAS, orgx waRAS, dan itux keRAS #jngmesum#" jelas ji ae
.
"tpi aku sudah memiliki smw itu. Aku ini pewaris tunggal dari tpi kafania productio chagi. Masa depan q cerah. Krn aq slalu membawa senter kmana-mana. Dan aku ini namja yg MAPAN, MAntaP kAN" mwx si yesung itu pamer abs. Tpi yg nampak hanyalah tulang rusuk, tulang kaki dan tulang belikat.
.
"mianhae oppa tpi aku sudah pnya pujaan hati" jawab ji ae merasa bersalah
.
"nugu nuguya ji ae nugu?" tny yesung frustasi
.
"hmm D.O oppa. Pak RT yg telat berhasil melamarku dan membawakan ku segudang bunga kemenyan. Mianhae oppa"
.
"ja jadi aku dikalah kan oleh pak RT?" tny yesung. Dan ji ae hanya manggut-manggut
"owh no owh on. Ji ae terlalu sadis caramu. Menolak diri aku. Dri percintaan itu agar kamu bsa pacaran. Tnpa peduli sakit hati q (afgan - sadis)" ucap yesung nangis bombay sambil nyebur ke dalam gunung krakatau
.
"kyaaa oppa jngan pergii. Hutang mu yg kemarin blm km bayar" jerit ji ae.
.
"kyaa kw jahat skali ji ae. Aku mw bnuh diri ni. Apa km gk ksian sma aq?" ucap yesung sambil muncul lgi d balik lubang gunung krakatau
.
"heh knp istri ku harus peduli pada mu. Dasar namja aneh. Cepat kluar dri sana dan bayar uang iuran warga. Kau sudah nungguk 15thn nehhh" jerit D.O dng kostum lengkapx
.
"owhhh tuhan knp hidup ku bgini???" jerit yesung.
.
Tiba-tiba datng dua bidadari dengan cahaya sebagai tangga turun kedalam lubang krakatau. Yesung dan yg lainx terkejut
.
"si siapa kalian? Dan apa yg ingin klian lakukan dsni?" tnya yesung smbil menggigit jari kakix
.
"kau yg siapa. Knp kau berada sini? Ini tempat kami mandi tau" jawab bidadari berpakaian ungu
.
"huh jdi kalian klo mandi disitu?" tny ji ae

"ne memang knp? Ada yang aneh?" tny bidadari yg berpakaian biru
.
"ania. Klian cantik sekali" ucap yesung smbil ngiler n mupeng
.
"kau juga tampan. Siapa nama mu?" tny kedua bidadari itu
.
"nama ku kim yesung. Nama kalian siapa?" tny yesung
.
"nama ku iis"
"dan aku uul" jwab bidadari itu
.
"owhh klian cantik sekali. Mw kah klian mnjdi istri q?" tny yesung smbil mencium tangan bidadari itu
.
"nde oppa kami mw" jwb k dua bidadari itu
.
THE END
.
Gmn gmn? Tmbah GJ y nii FF. Ahaha maklumi ya.
.
Hmm ada yg mw aku bkinin FF GJ? Klo mw bilang ne. Cz q lgi GJ. Hahahaha pai pai 

[FF GJ] Cinta ku kecantol di 1 ton jengkol - part 3

Halo0 smw.. Saya kmbli lgi dng FF GJ saia. Mian ne chagi klo ni FF bkalan pendek lgi. H0h0h0 harap d maklumi.
.
Klo FF ini udh selesai, saya akan loncat ke FF special buat si umma q yg tinggal 1 part lgi. Hehe
.
Dan sya kan lgi deman dan kenak overdosis GJ, saya lgi mw cri mangsa ni buat di jdiin karakter utama di FF GJ q. Spa ya yg enak buat di GJ_in??
.
Udh akh q bkin ni FF dlu. Biar chagi q gk nagih" kyk rentenir bawak palu
#gk nyambung#
.
Cast:
-Song ji ae
-Yesung (super junior) -Onew (shinee)
-Park ha young
-Tao (EXO) ________________
"baiklah, pertandingan akan segera di mulai" "siap? Hana dul settt" jerit sang MC menggunakan mic paha ayamnya.
.
Dengan cepat kedua kelompok pemakan jengkol itu melahap rombongan 1 ton jengkol yg berada di dlam bungkusan karung itu. Para penonton pun ikut meramaikan dengan cra bersorak melingari kedua kelompok yg sedang berlomba dan masing-masing penonton membawa salon pengeras suara dan berteriak sekencang-kencangnya.
"makan karungnya, makan karungx" ujar para penonton
.
_skip aja deh_
.
"hyaaa kedudukan sementara utk ke dua klompok ini seimbang. Sama-sama menyisakan 1 buah jengkol" jerit MC yg brnama onew smbil menggendong ankx *ayam*
.
Klompok ji ae dan yesung sma-sma kewalahan.
Namun tiba-tiba tao mengambil jengkol terakhir klompokx dan menelan jengkol itu bulat-bulat tanpa d kunyah
.
"yeeee pemenangx adalah.. Yesung dan tao"
"dengan begini pertandingan ini di menangkan oleh kelompok yesung. Utk yesung di harap utk naik ke atas closed dan mengambil hadiah utama
"seperangkat alat cukur ketek di bayar dengan 1 ton jengkol, selamat-selamat" ucp MC bawel itu
.
"terima ksih terima ksih. Pertama-tama marilah kita panjat pohon pinang, pohon beringin, pohon tomat dan pohon pare. Tak lupa ku ucap kan terima kasih kepada teman-teman sekalian, eomma, appa, dongsaeng tercinta ku, ahjumma, ahjussi, engkong, pak lek, buk lek, bpak RT, bpak RW, pak kades, pak lurah, pak gubernur, pak bupati, dan petugas-petugas negara lainnya yg menyaksikan ku berjuang dalam memberantas jengkol-jengkol dunia. Hikz hikz aku terharu. Akhirx aku bsa membanggakan orng tua ku. Eomma tunggu aku di rumah dan sambutlah aku dengan msakan special mu rawon jengkol" pidato yesung dengan mengguna kan paha ayam yg di rebut dri tangan onew.
.
"udh diam. Pidato mu jng panjang-panjang dan kembalikan ayam ku" ucp onew sambil melotot ala kuntilanak kehilangan bajux
.
"hyahhh utk bapak RT D.O dipersilahan utk naik ke atas closed dan menyerahkan hadiah utama kita" Tunjuk onew pada pak RT paling terkenal disana yg brnama D.O yg menggunakan perlengkapan RT yg lengkap sambil menggunakan peci dan membawa Map tagihan bulanan warga.
.
"selamat ya nak yesung. Semoga alat ini bisa membantu anda dalam mengatasi masalah ketek, sehingga anda tidak merasa gatal lgi pada saat kuliah" ucap pak RT pd yesung
.
"terima kasih pak. Sya akan menjaga baik-baik hadiah ini sampai 7 turunan ku nanti" ucap yesung sambil hormat pada D.O
.
Yesung pun turu dari closed dan menghampiri tao. Kemudian mereka berdua berlari dan mengangkat kotak yg di dpanx bertuliskan "HADIAH UTAMA SEPERANGKAT ALAT CUKUR KETEK" dan tiba-tiba sebuah alunan lagu mengiringi lari mereka
_we're the campion, we're the campion_
.
Sedang kan ji ae dan ha young menangis merana meratapi nasip diatas pohon jengkol
.
Yesung dan tao dtang menghampiri ji ae dan ha young. Dan berkata Yesung to ji ae: Aku jatuh cinta kepada diri mu, sungguh-sungguh cinta oh adax apa. Tk prnah q ragu walo km si yeoja kotoran kuncing, sungguh aku jtuh cint kpd mu.
.
Ji ae mangap
.
Taou to ha young: Pertama ku melihat mu bergetar rasa hti q, brgetar-getar di dada kyk ada yg sms. Ketika ku melihat mu bergetar-getar lgi ni dada, mungkin itu suatu pertanda bhwa km yg sms. Wlo aku tau km cewek jadi-jadian, km hruz jdi milik akuuuuu
#pakek musikx matta band yg judulx jatuh cinta lgi#
.
Ha young mampus di atas pohon
.
END
.
GJ kan, GJ.. H0h0h0 Mwx sih q bkinin lnjutanx. Tpi beda judul. Judulx "cintaku mentok di kebun tao" Tpi gk jdi akh. Tkut yg bca pada bosen. Dada bye bye.
#ciumheechul#

[FF GJ] Cinta ku kecantol di 1 ton jengkol - part 2


Annyeonghaseo smw. Q balik lagi dengan FF GJ ku. Wktu bikin ni FF banya banget rintangan yang haruz q lewati. Coba skrg ni bukan bulan puasa pasti udh nangis guling-guling aku gara-gara selalu di gagalin wktu bikin ni FF. Hueee
.
Tapi tak apa, q berusaha buat tetep tabah. Berusaha tuk tetap kuat melewati setiap rintangan yang ada. Yesungdahlah dari pada ni FF gagal publis lagi, lebih baik aq mulai aja ngeGJ. Owh ia 1 lgi, q gk tw ni FF bakalan tamat skrg ato nggk.
.
Cast:
-Song Ji Ae
-Yesung (super junior)
-Onew (shinee)
-Park Pa Young
-Tao _______________ .
~Flask back~
.
Ketika itu aku sdang dalam perjalanan hendak menuju kesebuah acara yang sudah lama aku nanti-nanti yaitu "masak jengkol bersama mama sungmin dan papa kyuhyun" dan di lengkapai dengan bintang tamu pendatang baru dengan goyangan ngeborx ter_hot sejagat raya yang bernama ryeowook.
.
Saat ini aku sedang menunggu my chingu yang sudah menjadi kawan ku sejak dalam kandungan. Namax park ha young. Tpi sudah 5 jam aku menunggux di pertigaan ini, damn dia tak kunjung-kunjung menunjukkan batang dahinya.
.
Karena aku sudah bosan menunggu jadi ku putuzkan untuk melanjutkan perjalanan ku menuju acara memasak itu..
Gara-gara ha young mo0d ku jadi hilang. Dan dengan gaya sok kesal,aku pun menendang-nedang kerikil yang ada di sekitar ku.
Ehh tak di sangka, ketika aku sedang asik menendang-nendang krikil, aku sampai slah menendang, dah ternyata yang ku tendang sebenarnya adalah kotoran kucing lebih tepatnya tai kucing.
.
Aku tidah bisa ke acara memasak itu sambil membawa tai kucing ini. Aku haruz membersihkannya. Tapi menggunakan apa?
.
Setlah 1 jam aku brpikir, aku melihat sbuah pagar yang kira-kira tingginya seleher ku dan di atas pagar itu ku lihat sebuah kaos tertengger disana. Ku pikir kaos itu tidak dipakai, karna model dan warnanya sudah tidak pantas untuk ada di dunia ini lgi. Jadi ku ambil saja kaos itu dan ku gunakan untuk mengepal(?) kaki ku yang trkena tai kucing.
.
Namun tiba-tiba
"woy. APA YANG KAU LAKUKAN PADA KAOS KU HUH?" jrit sebuh suara
.
Aku pun terkejut. Siapa dia?
.
"heh KENAPA KAU MENATAPKU?"
.
"ania ha hanya saja itu di kening a ada banyak butiran na nasi" jawab ku gugup sambil bersebunyi di balik tirai bambu
.
"mwo? Jinja?" ucap namja itu sambil memerisa keningnya menggunakan kaca pembesar. Namun lama-lama dia pun kembali ingat dengan kasus kaosnya lagi.
"HEH, KAU JANGAN MENGALIHKAN PEMBUCARAAN YA. NASIB KAOS KU INI BAGAIMANA? CEPAT KAU TANGGUNG JAWAB" jerit namja itu lgi dengan suara sekitar 20 oktaf #emang bsa#
.
Aku terjatuh, gara-gara terkejut mendengar suara itu. Karena takut di amuk dn juga takut telat jadi aku kabur dengan menenteng kaos rensel.
.
~flask back end~
.
~kembali ke MOS~
.
"hey kalian jangan lari-larian bgt dong. Aku kan jadi pusing melihatx." omel seorang yeoja karena di jadikan wahana berputar oleh ku dan namja yg brnama yesung itu.
.
Karena aku dan namja yg bernama yesung itu sama-sama lelah, jadi kami berhenti.
Q lihat yeoja yg mengomel-ngomel tadi dan betapa terkejudnya aku.
"hyakkk park ha young, jadi km. Sedang apa kau disini? Dan kmana sja kau? Kemarin q tunggu gk dteng-dteng. Au haruz tanggung jawab" protes ku pada yeoja yg ternyata chingu ku itu.
.
"hehe mianhae ji ae~ah kemarin aku lupa mengabari mu. Aku kemarin membantu appa ku di perusahaannya untuk mempromosikan usaha baru. Mianhae ne chagi" ucap ha young merasa bersalah sampai-sampai sujud di hadapan pohon jengkol (?)
.
"ne gwaenchana, emang kamu membuka usaha apa?" tanya ku pada ha young
.
"aku membuka warung lesehan jengkol. Nah asal kau tau saja, nanti waktu peresmian toko ku, appa ku akan mengundangkan artis yg skrg yg sedang naik daun dan naik pohon,itu yg namanya klo gk salah kim ryeowook. Dan tak lupa appa ku juga akan mengundang pasangan memasak juga, yang namax mama sungmin dan papa kyuhyun, kamu datang ya. Nanti ku siapin kursi terspecial buat km. Gmn?" tawar ha young padaku
.
"kyaaaaa aku mau mau mau" jawab ku spontan
.
"aku juga mau" ucap seseorang yg muncul tiba-tiba di tengah-tengah antara aku dan ha young. Kami terkejut. Sangat terkejut.
.
"haittzzz si siapa kau. Kau setan pohon jengkol ini ya? Kenapa tiba-tiba muncul-muncul kaget ha young
.
"haahhh kau ini, dasar namja aneh. Kau mw ikut?" tanya ku
.
"ia ia ia aku mw" jawabx antusias
.
Aku dan ha young saling pandang satu sama lain dan mengucapkan itu kalimat dengan kompak
"tidak boleh" jawab kami
.
"ayolah. Q mohon" mohong yesung pada kami dengan wajah di penuhi dengan air mata, air keringat, air liur, air got, air empang, dan air-air lainx
.
"Ania" lagi-lagi aku dan ha young mengucapkan kata-kata dengan kompakx
.
"haaa gmn klo bgini saja, kita kan msih ada 1 pertandingan lgi nih buat memperebutkan seperangkat alat cukur ketek itu, bagaimana kalau kamu dan teman mu si pemilik warung jngkol itu bertanding dengan ku menghabiskan 1 ton jengkol itu. Kalau aku menang aku di ijinkan ikut yah" tawar yesung
.
"boleh, tapi apa kau akan melawan kami sendirian?" tanya ha young
.
"ania, aku bersama teman ku. Tao kemarilah" panggil yesung pada seseorg
.
Dan keluar seekor panda yang sambil memegang sebuah bambu muda (rebbung).
Q lihat sekejap sahabat ku. Tampang mupeng dengan ekspresi yg aneh.
.
"ji ae~ah, siapa yg memutar lagu afgan syahreza si artis dari indonesia itu?" tanya ha yougn
.
Aku bingung. Lagu? Lagu apaan? Tiba-tiba ha young menyanyi
"terpesona ku pada pandangan pertama, tak kuasa menahan diri ku. Senyumanx menghiasi muka lu, ingin q peluk dan ku cubit mata mu" itulah nyanyian ha young.
.
"bagaimana? Sesuju? Seshinee? SeSNSD? SeEXO? SeTVXQ? #kata temen ku kasian boyband n girlband yg kagak d sebutin. Cz SJ (sesuju) mulu yg yg di sebutin#
.
"ne aku setuju" jawab ku.
.
"dan ada 1 syarat lagi, kalau kami menang, ijinkan kami untuk mengajak kalian berkencan di kebonnya tao" yesung memberikan syarat lagi
.
"mwo?" kaget ku
"ok no problem"
.
"baguz, kalau begitu, mari kita mulai pertandingan ini" ucapa tao dengan raut wajah angker yg berhasil membuat ha young mimisan dan tepar.
.
"ok ok smwx. Saya sebagai MC tertampan disini akan membantu jalannya perlombaan" ucap MC yg bernama onew
"baiklahh smw siap?" tnya onew, dan kami hanya menganggug
"hana, dul, setttttttt"
.
.
TBC lgi akhhh.. mian buad typonya.. no copas no bash!!

[FF GJ] Cinta ku kecantol di 1 ton jengkol - part 1

Annyeong.. ini author baru di blog nae chagiya. Naneu Nisa mnida. Panggi ajah nchul, karna biasku / suamiku di suju itu Kim Heechul. Ok, ini adalah ff request dari yg puya blog inih. Dan mian klo ff ini teramat GaJe dan aneh, karena saat aku mmbuatnya, otakku lagi gaje juga, di tambah yg request juga pngennya yg gaje2.

Ok dari pada bnyak cingcong, here we go. Enjoyed reading, chingu. ;)


Perhatian-perhatian FF GJ akan segera d mulai, siapkan karung beras dan baskom untuk tempat muntahan anda. Indikasi, FF ini bisa menyebabkan kegalauan yg meningkat secara draktis, dan bsa membuat ibu-ibu yg lagi hamil langsung brojol. Author tidak bertanggung jawab dng smw itu. Krn author mati dluan sebelum di bunuh sama yg ngebaca ni ff #matidalampelukanheechuloppa#
.
Sudah akh ayo di mulai. Bawel amat. (_ _")
.
Cast :
-Farah as song jii ae => ini admin blog ini
-Yesung (Super Junior)
-Onew (Shinee)
-Park Ha Yong (author numpang axiz)
-and all cast
.
Annyeong nenaun song ji ae imnida. Saat ini aku adalah calon mahasiswi di univesitas SMSS (SM Super Star), knpa aku masih di sebut calon mahasiswi? Yah itu karena aku belum resmi menjadi mahasiswi disini. Aku masih haruz menghadapi yang namanya MOS (masa orang sinting). Haufhhh MOS ini garing. Tak ada hiburan, tak ada tantangan, yang ada hanya kakak-kakak pembimbing MOS. Mana kagak ada yang cakep, wajahnya pada bulukan bin panuan smw. Yg yeoja juga kgak ada yg cntik. Smw pada timbilan di mata. Hikzz please deh bokkkk..
.
Tapi tak apa, setidaknya disini wajah ku jadi yang paling cantik diantara para kakak pembina itu. Kekeke
.
Astaga sungguh MOS ini tak ada yg special. MOS_nya hanya begitu aja. Aq bingung, ini sebenarnya MOS atau lomba 17 agustusan sih? Knapa MOS_nya malah jadi perlombaan bgni? Panjat krupuk, lompat pinang, makan karung, lari sepeda dll.
Tapi hadiahnya rumayan sih, seperangkat alat cukur ketek dibayarx lunai lagi sma pihak penyelenggara. Wah wah wah boleh tuhhh.
.
'wow rumaya tuh, alat-alat cukur gua kan udah pada ngilang di makan si heechuloppa' *oppamianhaene*
Aku haruz menang
.
Dengan semangat 45, aku berjuang mati-matian untuk menjadi pemenang dri setiap perlombaan. Tinggal 1 langkah lagi aku bsa mendapat kan alat cukur itu.
'ji ae kau haruz bisa mengalahkan lawan selanjudnya'.
.
Kali ini katanya lawan ku itu adalah slah satu dari panitia lomba MOS ini. Siapa ya kira-kira?
Tiba-tiba..
.
"pertandingan selanjudnya yaitu lomba lomba penutupan, lomba makan kulit kerang. Yang berhasil menghabiskan 1 ton jengkol rebuz akan kluar sebagai pemenang dan mendapatkan hadian seperangkat alat cukur ketek di bayar tunai. Peserta bertahannya adalah song ji ae dan yang akan menjadi lawannya salah satu dari pembina MOS ini, kita sambut kim yesung dengan tarian khas_nya tari pendet" ucap sang MC berteriak menggunakan megapone_x.
.
'mwo tari pendet? Haufhh paling-paling namja aneh yg keluar' keluh ku dalam hati
.
OMO, ternyata dugaan ku slah. Salah besar. Ini bukan namja aneh, tpi super duper aneh, masak iya dia keluar panggung menggunakan kebayak. Yang benar saja. Dia pikir ini audisi banci ronggeng kali yah? Haufhhh tuh kan benar dugaan ku, ni sekolah kagak bner. Hadohhh bisa gila lama" aku disini. Tapi tak apa lah ini semua demi seperangkat alat cukur ketek itu.
.
Tiba-tiba namja yang bernama kim yesung itu membuka pakaiannya dan membuka wig_x. Aku penasaran seperti apa rupa asli dari namja super duper aneh itu. Pzti wajahnya ancur-ancuran. Itu dugaan ku
.
Dannn jeng eng ing eng, dugaan q benar-benar slah. Dia dia, wajahnya ahhhh behhhh mantapzzz bin ajibbbbbb. Kayak pangeran dari kerajaan kura-kura yg sedang mencari calon bojo_nya.
.
Astaga kenapa tiba-tiba aku mendengar lagu yang dinyanyikan oleh afgan?
_lagu_
*terpesona kupada pandangan matanya, tak kuasa menahan smwx, senyumannya menghiasi mimpi q, ingin ku peluk dan ku kecup ketek mu*
.
"lomba akan segera di mulai. 1 ton jengkol rebus sudah tersedia di atas jambanisme. Jadi untuk para peserta diharapkan untuk cpat naik ke atas kakusnisme" ucap si MC yg bernama Onew yg sedang asik menggigit tulang ayam.
.
Aku tersadar dari lamunanku dan segera beranjak tuk naik keatas kakusnisme. Namja brnama yesung itu menatap ku. Ada apa ini? Apa dia jatuh cinta juga spt aku yg kurasa jatuh cinta padanya? Oh tuhan matax yg sipit, kepalax yg bsar, akhhhh dia membuat mu mupeng berat.
.
Dia tersenyum dan berkata
"annyeonghaseo, hmm spt_nya aku mengenal mu. Apa kita pernah brtemu sebelumnya?" tnya namja itu pada ku
.
Hah bertemu? Dimana? Sebenarnya aku juga tak asing dengan wajah pasarannya itu #ditabokcloud#, tpi dmna aku brtemu dng_nya?
.
"ahhh aku ingat, kau orang kemarin yang ngenggunakan baju ku untuk mengelap kaki mu yang terkena kotoran kucing kan?" tnya namja itu
.
"mwo?" aq bingung. Namun aq langsung ingat dengan kejadian kemarin
"mampus aku" ucap ku sambil memukul pantat q.
.
"wahhhh jadi kau orangnya" ucap yesung sambil memelototkan matanya yang sipit.
.
"o~oww sepertinya aku haruz kaburr"
.
"heyyyy"
.
.
TBC
.
.
H0h0 mian untuk typo yg sebenarnya numpuk. Dan mian juga admin tdk bisa mengeditnya di karenakan sudah sangat lelah.
.
Mian ff q GJ. Pay payy

Selasa, 07 Agustus 2012

[FF] Last Chance, Last Love *part 2a*


Okeh, saya kembali lagi dengan FF request dari teman. Mungkin akan terjadi perpanjangan story, jadi ku bagi menjadi 2a,2b, dan After Story *apadah*. Hihihi, mian ne~ aku tidak bisa membuat story yang singkat, karena pada dasarnya aku orangnya suka bercerita *terserahdah*. Oke, lupakan prolog tentang saya barusan, karena aku mau mulai.
Don’t be silent readers, harap RCL yah..kkkk~ :D
No COPAS,No BASHING, No FANWAR, this is just FanFiction and Fiction...fiction.. *nyanyi fiction.nya Beast* plakkk. FF ini sudah aku publish di FB.ku farahyani24@yahoo.com karena ff ini adalah request dari sahabatku.
Yaudah, check it out. Hehehe...



Author : Lee Ji Ae (marga baru nih)
Genre : Sad Romance, Tragedy, Friendship
Length : Chapter (full version)
PG : 17 aja mungkin
Cast :
-          Niecha Luph Heechul as Park Ha Young as You
-          Park Chan Yeol (EXO-K)
-          Lee Hyun Ra (author numpang eksis)
-          Kim Joon Myun aka Suho
-          Tao & Chen (EXO-M)

 
Tampak ha young terduduk lemas di kamarnya, menatap kosong ke luar jendela. Sudah di duganya, hyun ra pasti menyukai chanyeol, entah sejak kapan sahabatnya menyukai namja itu.
Dan entah kenapa, tubuhnya selalu lemas setiap ingin melakukan aktifitas berat. Setelah keluar dari rumah sakit, ha young menjadi sedikit pelupa dan matanya yang normal, menjadi minus setelah di periksakan. Kepalanya juga sering berdenyut sakit jika malam hari, membuat Suho selalu selalu panik dan tak berani meninggalkan ha young sendiri.
Sampai saat ini pun, suho masih merahasiakannya dari ha young. Suho tak tega harus mengatakannya pada yeodongsaeng kesayangannya itu, takut semakin membuat kepalanya memikirkan hal-hal buruk dan menambah sakit.

Saat ha young kembali memikirkan perkataan hyun ra kemarin lusa, kepalanya kembali berdenyut. Ha young mengernyitkan dahinya, menahan sakit yang teraman di kepalanya meskipun hanya sekilas, itu sudah mampu membuat ha young memijat tengkuknya.
Mungkin itu tak seberapa, jika di bandingkan setiap malam ha young harus bermandikan keringat menahan sakit sambil sesekali meneteskan air mata. Suho yang tau keadaan yeodongsaengnya itu hanya mampu ikut meringis tak tega melihat keadaan ha young. Ingin sekali suho memberitahu ha young, tapi suho masih ingin berpikir lagi bagaimana reaksi ha young setelah tahu.
Ha young yang terduduk lemas di lantai, mencoba memejamkan matanya. Entah kenapa rasa kantuknya tiba-tiba datang.

“ Ya Tuhan, apa yang harus ku lakukan? ” ha young berbisik lirih sambil menahan kantuknya, sambil terus memikirkan apakah ia akan membantu hyun ra agar dekat dengan chanyeol, namja pertama yang membuatnya merasakan cinta. Tanpa sadar, satu tetes air mata menetes dari sudut matanya, membasahi pipinya. Perlahan ha young menekuk kedua lututnya dan memeluknya, lalu tertidur.
Suho yang baru saja ingin memanggil ha young mengurungkan niatnya, melihat pintu kamarnya tak tertutup dan yeodongsaengnya terduduk memeluk lutut dan terpejam sambil tetap mengeluarkan air mata. Suho tersenyum pahit dan mulai menyentuh dadanya, sesak melihat adik kesayangannya sakit tanpa ia tahu penyakitnya.

Di dekatinya ha young dan di angkat tubuh lemah ha young perlahan ke atas kasur. Di sampirkannya selimut, di hapusnya sisa air matanya yang masih mengalir, di kecupnya lembut dahi yeodongsaengnya penuh kasih sayang.
“ Mianhae, ha youngie. Oppa jahat, tidak memberitahumu tentang satu hal. Mianhae, jeongmal mian...” tampak seraut wajah sedih dan terluka di wajah suho. Di tatapnya wajah ha young yang tertidur dengan damai, meski sedikit lebih pucat, tapi garis kecantikannya tidak menghilang.
Perlahan suho meninggalkan kamar ha young dalam diam.

***

“ Annyeong. Apakah ha young ada? ” tiba di suatu sore, entah mengapa chanyeol ingin sekali mengunjungi ha young yang sudah jarang mengobrol dan bertemu dengannya. Suho yang tampak bingung untuk beberapa detik menatap kehadiran chanyeol, langsung menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan chanyeol masuk.
Di tatapnya rumah ha young yang tampak sepi dan hening. Suho mempersilahkan chanyeol ke halaman belakang rumahnya karena ha young ada di sana sedang menyiram tanaman.
Sesampaiya di taman, tampak ha young sedang duduk di kursi taman sambil memejamkan mata. 

Chanyeol mendekat ragu, apakah ia mengganggunya saat ini? Chanyeol duduk di samping ha young yang masih belum bergerak memberikan reaksi. Dia tidur?pikir chanyeol bingung.
Tapi sesaat kemudian ditatapnya wajah ha young yang putih pucat sedang terpejam, sedikit lebih kurus sejak 3 hari terakhir mereka bertemu. Kening chanyeol berkerut bingung dengan keadaan yeoja di hadapannya itu. Ada apa dengannya?pikir chanyeol lagi.
Di sentuhnya kedua pundak ha young perlahan, tak ada reaksi. Baru saat chanyeol berdeham (yang di karenakan suara beratnya) ha young perlahan membuka matanya dan menatap seseorang di sampingnya...lalu tersenyum kecil.

“ Kapan kau datang? ” tanya ha young pelan. Chanyeol lagi-lagi mengerutkan dahinya, dia tak menyadari kehadiranku?
 “ Aku? Baru saja. Kau tak menyadarinya? ” ha young hanya menggeleng lemah. Chanyeol menghela nafas. “ Jinja? ” ha young lagi-lagi menggeleng tidak tahu kehadirannya.
“ Memangnya ada perlu apa kau kesini, chan? ” chanyeol hanya diam, memikirkan alasan yang tepat.
“ Aku hanya ingin mengunjungimu, ha young~ah. Tidak boleh? ” justru ha young merasa senang chanyeol mau mengunjunginya. “ Aniya, tentu saja boleh. Hanya itu? ” chanyeol tampak berpikir sekali lagi. Ha young tertawa kecil melihat wajah berpikir chanyeol yang sudah jarang ia lihat lagi.

“ Ya, kenapa tertawa? Ada yang lucu? ” chanyeol menggerutu kesal dan mencubit pipi ha young gemas. Deg! Ha young sempat berhenti sekejap. Ha young berpikir, sudah lama chanyeol tidak mencubit pipinya lagi. Biasanya chanyeol hanya mencubit pipi hyun ra. Seketika rasa sakit di dadanya menyeruak perlahan, ha young tersenyum pahit.
“ Mian, apa kau sedang sakit? Wajahmu tampak pucat dan sedikit kurus. Kau sudah makan? ” chanyeol mencoba mengalihkan pandangan ha young yang membuatnya salting. Ha young hanya menggeleng perlahan dan mengaihkan pandangan ke arah lain juga.
“ Belum makan juga? Kalau belum, mau ku bawakan makanan kesini? Nanti ku ambil dari dapurmu. Mungkin oppamu memasak sesuatu. ” lagi-lagi ha young menggeleng pelan.
“ Aku tak mau merepotkanmu, chan. Duduk disini saja, nanti oppa mungkin yang akan mengambilkannya untukku. ”

“ Aku..aku kan juga ingin makan. Kau punya buah apel di kulkas? ” chanyeol menggaruk kepalanya yang tak gatal. Apa yang kau katakan barusan, chanyeol?pikir chanyeol sekali lagi, kali ini dirinya terlihat seperti orang bodoh.
Ha young terdiam sejenak, lalu tertawa kecil. Lagi-lagi chanyeol mencubit pipi ha young gemas. Ha young mulai menyadari, mengapa reaksinya sekarang sedikit lamban? Di tatapna namja berambut keriting disampingnya yang menunduk bingung. Di acak-acaknya pelan rambut keriting chanyeol gemas, meski tampak lemah.
“ Ada, mau ku ambilkan? ” seketika ha young berdiri tanpa menunggu reaksi chanyeol.
“ Ani, tidak usah. Kau tunggu disini saja. Biar aku yang ambil. ” bergegas chanyeol berlari ke dalam dan meminta ijin suho untuk mengambil apel, mencucinya dan bergegas membawanya kembali pada ha young.

Deg! Deg! Tapi yang di dapati di sana adalah, ha young yang berbaring di rerumputan. Ha young pingsan. Segera chanyeol membuang apel yang tad dipegangnya dan berlari menghampiri ha young yang tampak lemas tak berdaya. Bibirnya memutih, matanya terpejam dan tampak seperti panda.
Chanyeol segera membopong ha young dan membawanya ke kamarnya. Suho yang melihat itu panik dan mengambil obat-obatan ha young. Chanyeol yang melihat beberapa obat-obatan di samping ranjang ha young yang di bawa suho tadi, mengernyitkan dahinya bingung (lagi). Kau sakit apa, ha youngie?tanya chanyeol dalam hati.

Sebenarnya, 4 hari setelah dia keluar dari rumah sakit, ha young mulai meminum obat-obat itu. Suho beralasan agar luka di kepalanya cepat mengering dan dapat mencegah sesuatu yang akan terjadi pada kepala adiknya itu. Ha young pun hanya mengangguk setuju, meski dia tidak menyukai obat, tapi demi kesehatannya, ha young rela meminum obat-obat itu.
Suho dan chanyeol keluar dari kamar ha young dan duduk di ruang tamu. Ingin sekali chanyeol menanyakan penyakitnya, tapi urung saa ada telpon masuk. Dari hyun ra.
“ Hmm, yeoboseyo hyun ra. Ada apa? ” suho yang tak sengaja mendengar chanyeol menyebut nama hyun ra pun mengernyit. Ada hubungan apa antara bocah itu dengan hyu ra?pikir suho masih berusaha mencuri dengar pembicaraan chanyeol dan hyun ra di telpon.
“ Sekarang? Hmm, tapi aku masih...” ucapan chanyeol terputus saat hyun ra memotong kata-kata chanyeol.

“ Ini benar-benar penting, chanie~ah! Aku membutuhkanmu sekarang, jebal...” hyun ra menangis memohon kehadiran chanyeol yang tampak berpikir.

“ Baiklah, aku kesana sekarang. ” di tutupnya telpon dari hyun ra dan di alihkannya pandangan pada suho yang sejak tadi memperhatikannya. “ Mianhae, hyung. Aku harus pergi sekarang. Maaf tidak bisa menemani ha young lebih lama. Aku permisi dulu hyung, annyeong...” tanpa menunggu jawaban dari si pemilik rumah, chanyeol bergegas pergi dan langsung menancapkan gas menuju taman dekat rumah hyun ra.

. . .

“ Mana hyun ra? Kenapa tidak kelihatan.. dia pakai baju apa sih? ” cahnyeol mencari-cari sosok hyun ra, tapi tak ia temukan. Taman juga sepi, hanya ada beberapa orang duduk disana. Tapi ada satu yang mengganjal matanya. -Biji kedongdong- *plakkk abaikan*. Ada seorang yeoja memakai mantel hitam dan celana panjang berwarna hitam, memakai kaca mata hitam juga masker rumah sakit. Yeoja itu hanya duduk dan menunduk. Jangan-jangan itu hyun ra? Segera chanyeol berjalan kearah yeoja itu.
“ Hyun ra? Benar ini kau? ” chanyeol berusaha memastikan saat didekatkannya wajahnya pada yeoja itu. Ternyata benar. Hyun ra membuka kaca matanya.
Dan itu sempat membuat chanyeol syok. Ada bekas luka lebam berwarna biru keunguan di daerah pipi *tulang pipi dekat mata*, dan mata hyun ra sedikit membengkak dan menyipit sebelah.

Chanyeol pov
Ku pandangi wajah hyun ra yang tertunduk malu karena aku menatapnya lekat, lebih tepatnya terperangah. Dia belum membuka maskernya. Ku buka perlahan maskernya, hyun ra tak menolak malah menahan tangis. Dan benar saja, sudut bibirnya berdarah dan darahnya sudah membeku, ku sentuh hyun ra meringis. Bibirnya sedikit sobek, seperti habis menghantam sesuatu. Aku syok, marah, kasihan, entahlah, perasaanku bercampur menjadi satu. Mulai dari aku melihat keadaan ha young, di tambah lagi keadaan hyun ra yang tak ku mengerti.

Ku angkat wajahnya yang sudah sembab setelah menangis. Ku tatap hyun ra lekat, tersirat wajah penuh kesedihan di wajahnya. Aku jadi tidak tega. Ku tarik hyun ra masuk ke dalam mobilku dan ku bawa dia ke apartemenku.
Sesampainya di sana, ku obati luka di wajahnya. Hyun ra meringis, tapi hanya itu yang keluar dari mulutnya. Hyun ra tidak berbicara sama sekali, hanya meringis.
“ Mian, sakit sekali ya? Maaf aku bukan dokter ataupun perawat. Kita ke rumah sakit saja, eotthe? ” hyun ra hanya menggeleng. Ingin ku tanyakan padanya, apa yang terjadi padanya. Tapi urung, karena sejak tadi hyun ra tidak berbicara.

“ Lepas mantelmu. Kau tidak kepanasan? Ac apartemenku sedang dalam perbaikan. Aku saja merasa panas. ” ku lihat hyun ra meraatkan mantelnya seperti enggan untuk melepasnya. Dahiku mengernyit lagi, ada apa dengannya?
“ Ya! Kau ini kenapa? Aku tak akan menyentuhmu. Aku hanya menyarankanmu untuk membuka mantelmu, karena disini panas. ” hyun ra menggenggam tanganku, tampak keraguan dan ketakutan di wajahnya. Perlahan di bukanya mantelnya, ku merasa jantungku berdegup kencang. Ku lihat tubuhnya bergetar, dan . . . .


“ SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADAMU? Katakan! Siapa? ” emosiku memuncak. Sialan! Siapa yang melakukan ini pada sahabatku? Mataku memanas dan kepalaku rasanya ingin pecah. Ku lihat sirat ketakutan di wajah hyun ra, air matanya menetes. Mungkin baru kali ini hyun ra melihatku murka. Bajunya yang kotor, lengan kanan dan kirinya penuh lebam dan goresan. Lagi-lagi aku melihat darah.

Ku guncang bahunya perlahan, “ Siapa, hyun ra? Katakan padaku. Sekarang. Aku ingin menghajarnya saat ini juga. Siapa yang berani memperlakukan sahabatku seperti ini. ” aku mulai tak tega padanya, air matanya mengucur deras (lagi). Ku peluk tubuh hyun ra yang bergetar menahan tangis. Di dadaku akhirnya hyun ra menumpahkan semua kesedihanny, dadaku terasa basah.
“ Katakan padaku, hyun ra. Jebal...aku..tidak ingin melihatmu terluka seperti ini. Tapi, aku tak akan memaksamu bercerita sekarang. ” ku lihat hyun ra ragu untuk membuka mulut.
“ Ap..appa..yang mmelakukannya. ” seketika mataku terbelaak mendengarnya. Appanya? Mwo? Aku tak salah dengar? Sejak kapan hyun ra bermasalah dengan appanya? Sekalipun masalah, yang ku tahu appa hyun ra tidak perlu sampai menyiksa anaknya seperti ini.
Ku putuskan untuk menemui appa hyun ra. Ku beranjak dari hadapannya dan bergegas keluar dari apartemenku. Tapi ku lihat hyun ra memanggilku dan berusaha menghentikanku.

“ Chanie~yya...jebal...berhetii.. Jangan lakukan apapun pada appa... Mungkin appa melakukan ini ada alasannya. Geuraeyo, jebal, jangan kesana. ” ku berhenti sejenak, menghela nafas berat menahan amarah yang semakin meluap-luap. Mungkin tindakanku ini tidak terlalu penting, dan kekanakan. Aku hanya sahabat hyun ra, mana bisa aku memukul appanya hanya karena masalah pribadi antara mereka? Meskipun aku tak terima sahabatku di perlakukan seperti ini.
Ku tatap hyun ra dalam, berharap menemukan izin untuk menemui appanya. Tapi, hyun ra hanya menangis dan menggenggam tanganku sampai duduk berlutut.
“ Jebal, jangan pergi. Antarkan saja aku ke rumah ha young. ” ku anggukkan kepalaku dan mengantarnya kerumah ha young. Mungkin sementara dia harus menginap di rumah ha young untuk menghindari appanya yang persis seperti iblis.

Sesampainya di rumah ha young, aku cemas jika oppa ha young marah dan berpikir aku yang melakukannya. Ku tekan bel rumahnya, tak ada jawaban. Ku tekan sekali lagi, masih tak ada jawaban. Kemana mereka? Bukankah tadi mereka ada?
“ Apa mereka sedang pergi, chanie~yya? ” aku hanya bisa mengangkat pundakku tak tahu. Saat kami berdua hendak beranjak pergi, tiba-tiba pintu terbuka.
“ Ah, chanyeol. Kenapa kau kembal...li..? ” ku lihat suho hyung melotot menatap hyun ra yang tampak berantakan.
“ Aigoo~! Gwaenchaneyo? Apa yang terjadi padamu, hyun ra~ah? ” ku lihat suho memeluk tubuh hyun ra sebentar dan mengajaknya masuk tanpa mempedulikanku.

Chanyeol pov end

Suho pov
“ Hmm, oppa. Tidak usah repot begini. Aku sudah di obati oleh chanie. ”
Chanie? Chanyeol itu, dia panggil chanie? Dahiku berkerut. Panggilan sayangkah itu? Aku hanya bisa menghela nafas. Cemburu? Mungkin saja aku cemburu pada namja jangkung itu. Tapi, untuk apa aku cemburu pada anak kecil? Aishh..lupakan pemikiran tadi.

“ Hmm, tak apa. Tapi lukamu belum di plester. ” ku keluarkan plester dari kotak obat dan ku tempelkan tepat di dahi juga lengannya. Hyun ra tidak menolak tampaknya sodara-sodara! *plakk abaikan* :D jangan serius2 lah bacanya.
“ Oppa, kenapa chanie tidak kau suruh masuk? Hyun ra mana? ” aigoo~ aku jadi salting begini. 

Bocah itu membuatku jadi tak enak begini di depan hyun ra. Segera ku keluar rumah dan ku dapati si ‘Chanie’ itu merebahkan diri di dalam mobil. Hufh, kupikir dia pulang.
“ Ya! Chanyeol~ssi, masuklah. ” ku lihat dia terbangun dan bergegas masuk.
“ Oppa, dimana ha young? Kenapa aku tak melihatnya sejak tadi? Aku ingin menceritakan sesuatu padanya. ” aku hanya bingung ingin menjawab apa. “ Dia di kamar, sedang tidur. Nanti malam saja kau bertemu dengannya. Dia butuh istirahat. ” ku belai kepalanya lembut, dan ku lirik bocah itu. Tampaknya dia memperhatikan gerak gerikku.

“ Apakah ha young sakit, oppa? Aku ingin melihatnya sebentar. Boleh kan? ” ku tatap hyun ra, matanya tampak memohon. Hufh, baiklah aku kalah dengan mata itu. Ku anggukkan kepalaku dan ku antarkan hyun ra ke kamar ha young di lantai 2 sambil memapah tubuhnya.
“ Tolong jangan buat keributan didalam, ne? ” hyun ra mengangguk, dan segera ku tinggal.
“ Hyung, ada yang ingin ku bicarakan padamu. ” ku tatap chanyeol sebentar, dan ku anggukkan kepalaku. Kemudian kami berdua pergi menuju taman belakang rumah.

Suho Pov end

Author pov
“ Hmm,, annyeong ha youngie.. Kau masih tidurkah? ” hyun ra masuk dan menyapa ha young yang masih tertidur bak ‘ Putri Salju ’ dengan suara sekecil mungkin. Di hampirinya sahabatnya yang tengah tertidur ‘rapi’tak bergerak, dengan wajah memucat dan bibir putih mengering.
Hyun ra mengerutkan dahinya, bingung. “ Kau tidur seperti ini, seperti orang yang sudah mati, ha youngie. ” tampak wajah sedih hyun ra yang khawatir melihat keadaan tidur ha young yang aneh, dan baru ia lihat.

Di sentuhnya wajah ha young yang mengurus dan pucat. “ Kau tampak seperti putri di negri dongeng saja, ha youngie. Adakah pangeran tampan yang akan menolongmu dan membangunkanmu dari tidur panjang ini? ” ha young mulai berkhayal. Di genggamnya tangan ha young, dingin. “ Ha young, kau tampaknya demam. ” ingin sekali dibangunkannya sahabatnya yang sedang tidur itu.
“ baiklah, aku tidak mau menunggumu sampai malam nanti ha youngie. Aku ingin menceritakan ‘bad day’ ku padamu. ” hyun ra menarik nafas terlebih dahulu, menahan sakit.
“ Ha youngie, kau tahu? Appa pulang dari Jepang. Aku senang, akhirnya appa pulang. Saat ku sambut tadi pagi, appa meresponku. Yah, mungkin hari ini adalah hari burukku. Hmm, appa memukulku tanpa sebab. Mungkin saja appa mabuk, entahlah. Appa juga bilang,..aku..tidak berguna, sama seperti eomma. Hiks, apa benar begitu, ha youngie? Apa benar aku tak berguna? Hanya menyusahkan appa. ” ditahannya lagi air matanya, sampai raut wajahnya memerah.

“ Dan lagi, appa memukulku dengan sabuknya, dan memukulku dengan tongkat baseball.. Appa benar-benar membuatku...hiks..terkejut sekali hari ini...” tak bisa di bendung lagi, air mata hyun ra tumpah dan membasahi pipinya. Tubuhnya bergetar hebat saat mengingat kejadian tadi.
Mungkin saat ini rumahnya seperti kapal pecah(?), berantakan, dan darah mungkin dimana-mana. Perlu para readers tau, hyun ra adalah anak yatim, kehilangan eommanya saat umur 10 tahun. Dan ha young, dia yatim piatu. Kehilangan kedua orang tuanya saat berumur 7 tahun dan 9 tahun. Sampai saat ini, yang merawat ha young adalah suho, oppa satu-satunya. Sampai akhirnya ha young bertemu chanyeol. Bertambahlah ‘ Guardian Angel ’ nya.
“ Kau beruntung, ha youngie. Kau masih ada oppamu yang menemani dan merawatmu. Sedangkan aku, anak tunggal. Pantas saja, appa begitu marah dan mengataiku tak berguna. ” senyum getir tersungging di bibir hyun ra.

“ Aku harus..bagaimana, ha youngie jika bertemu appa dirumah? Izinkan aku menginap disini. ” lagi-lagi tak ada jawaban dari ha young, dia tetap tertidur dengan tenangnya.
Di edarkan pandangan keseluruh kamar ha young, rapi dan bersih. Warna dinding lembut dan menenangkan jiwa. Tapi, ada satu yang mengganggu pemandangan. Obat. Tumpukan obat yang terletak di keranjang kecil di meja belajarnya, dan di samping frame foto menunjukkan wajah bahagia ketiganya. Foto Hyun ra dengan baju merah yang tampak feminin, chanyeol yang memakan eskrim sambil di rangkul oleh 2 yeoja yang saat ini telah sama-sama, menyukai dirinya. Dan foto ha young yang tampak terkesan sederhana hanya tersenyum hangat.

Tok..tok..tok..

Hyun ra menoleh ke arah pintu, ternyata ada suho disana. Suho segera menghampiri ha young dan memeriksa keadaannya. Hyun ra penasaran, akhirnya di hampirinya ha young yang masih terbaring dan suho yang tertunduk lemas di samping ha young. Hyun ra memiringkan kepalanya bingung.
“ Oppa, waeyo? Sebenarnya, ha young sakit apa, oppa? Parah? Ku lihat obatnya banyak dan bertumpuk di atas meja. ” suho hanya menatap hyun ra, ada tatapan sedih disana. “ Hanya sakit biasa hyun ra. Mungkin ini efek waktu dia terjatuh. ” sebenarnya, ha young terjatuh karena merasakan sakit di kepalanya. Hanya suho yang tahu tetang perihal penyakit ha young. Tampak ha young membuka matanya perlahan, di kerjab-kerjabkan matanya perlahan menunggu setengah nyawanya menyatu kembali dengan tubuhnya (?).

“ Oppa, hyun ra, mwoya? Kenapa kalian berdua berkumpul di kamarku? ” suho dan hyun ra menatap ha young bersamaan, membuat ha young tampak bingung.
“ Kau tadi pingsan, ha youngie. Chanyeol membopongmu kemari. Sudah 5 jam kau pingsan. Entah pingsan atau tidur. ” suho menjelaskan sambil di acak-acak rambut yeodongsaengnya yang masih terpaku, mencoba mengingat kejadian terakhir kali. Nihil, ha young lupa dan tak ingat jika ada chanyeol mengunjunginya.
Dirasa wajah ha young yang tampak bingung, suho segera merangkul tubuh ha young dan mengajaknya ke dapur. “ Ha youngie, kau pasti lapar. ” hyun ra yang merasa lapar, ingin segera turun menuju dapur sambil menggandeng lengan ha young.

Sesampainya di dapur, tampak chanyeol sudah mulai makan. Ha young tampak memperhatikan penampilan hyun ra yang berantakan, dahinya mengernyit. “ Kau kenapa, hyun ra? Kau jatuh? ” hyun ra yang di tanya hanya mampu tersenyum gugup. Bingung akan menjawab apa. Lalu di alihkan pandangannya pada chanyeol. Tepat saat ha young menatap chanyeol, chanyeol pun menatapnya, karena dia ada di seberang meja dan berhadapan dengannya langsung. Tampak sirat khawatir di wajahnya. ‘ Apa wajahku masih terlihat pucat? Sampai-sampai chanyeol menatapku seperti itu. ’ pikir ha young bingung sambil tetap menatap chanyeol.

“ Mari makann... ” suho, hyun ra dan ha young secara serentak mengucapkannya. “ Hyun ra, kau tadi belum menjawab pertanyaanku kan? Waeyo? Wajah dan lenganmu penuh luka. Sudah kau obati? ” hyun ra hanya mengangguk pelan. “ Kau belum menjelaskan padaku perihal kejadian itu. Sekarang, jelaskan secara rinci. ” kata chanyeol sambil tetap menyantap makanannya. Hyun ra menarik nafas, dan mulai bercerita. Suasana memanas, suho, chanyeol dan ha young terpaku. Tampak secercah emosi di wajah kedua namja itu, dan ha young memperhatikannya.

“ Untunglah, ada chanie disana yang mau mengobatiku. Untuk pertama kalinya, ku melihat chanie marah dan ingin menemui appaku. Keren sekali.. Gomawo chanie~yya. ” ha young melihatnya. Hyun ra mencubit pipi chanyeol gemas dan . . .seketika tubuh ha young membeku. Hyun ra merangkul lengan chanyeol...yang seketika membuat hati ha young bergejolak, ingin sekali marah. Entah kenapa kata-kata yang sama sekali tak terpikir oleh ha young membuat 3 manusia di dekatnya syok.

“ YA!! Ini waktunya makan, bukan waktunya bermesraan. Isshh! ” ha young segera beranjak meninggalkan ruang makan. Suho terperangah sekali lagi, lalu mengejar ha young. Hyun ra dan chanyeol masih terdiam dan bertatapan. Segera chanyeol bangkit dan menghampiri suho dan ha young. Langkah chanyeol melambat saat suho masuk ke dalam kamar ha young dan menenangkannya. Terdengar berbagai macam kata penuh emosi dari ha young, yang selama ini chanyeol tau, ha young adalah yeoja yang lembut dan tidak pernah marah-marah ataupun membentak.
“ Ha youngie, waeyo? Ada apa denganmu? Kau tidak seharusnya membentak saat sedang makan. Hyun ra...hanya berterima kasih pada chanyeol, itu saja. ” suho tampak ragu dengan argumennya sendiri. Padahal suho juga merasa cemburu. Ha young yang masih emosi, entah mengapa ha young ingin sekali memarah-marahi siapa saja.

Masih dengan wajah penuh emosi, ha young tak segan-segan membentak oppanya. “ Hanya? HANYA? Oppa bilang itu Hanya? Oppa, aku tahu oppa cemburu kan? Oppa cemburu melihat chanyeol dan hyun ra seperti itu? Oppa menyukai hyun ra kan? Oppa berusaha menutupi perasaan kesal oppa dengan cara mengejarku sampai kekamar kan? Oppa marah kan melihat kedekatan hyun ra dan chanyeol? Iya kan? Aku juga sama kesalnya sepertimu, oppa! Aku...tidak ingin ada orang yang mengganggu mood makanku. ” ha young berusaha mengganti alasannya, agar tidak ada orang yang tahu tentang perasaannya pada chanyeol.

Suho menarik nafas dalam, dan mulai menyanggupi perkataan yeodongsaengnya. “ Ne. Kau benar. Aku memang menyukai hyun ra dan aku cemburu, sejak kau sering membawanya kerumah. Tapi, seharusnya kau tidak seperti itu, ha youngie. Kau seharusnya menahan diri...untuk tidak seperti itu. ” lagi-lagi suho ragu dengan argumennya. Chanyeol yang masih berada di depan kamar ha young terdiam terpaku, mengetahui kenyataan bahwa suho menyukai hyun ra. Ada rasa penyesalan dalam diri chanyeol, dia tertunduk dan mulai menjauh dari kamar ha young. Berniat ingin menunggu dan meminta maaf pada suho, tapi urung karena saat itu hyun ra lenyap. ‘ Sepertinya, hyun ra mendengar semuanya. ’ segera chanyeol pergi mencari hyun ra.

“ Oppa, seharusnya kau lebih berani mendekati hyun ra. Oppa mau, hyun ra tidak akan berpaling dari chanyeol dan hanya menatap oppa seperti kakaknya sendiri? ” tak terasa air mata ha young mengalir. Sempat terlintas di pikiran ha young, bahwa hyun ra harus bersama dengan oppanya, meskipun itu sangat egois, tapi itu demi persahabatan antara dirinya, hyun ra, dan chanyeol.
“ Ha youngie, mian. Oppa tidak seberani yang kau pikirkan. Oppa ragu, karena oppa takut hyun ra tidak menyukai oppa. Uljimma..berhentilah, ha youngie.” Di peluknya yeodongsaeng kesayangannya. Suho tahu, adiknya ini ingin oppanya bahagia. Padahal dirinya sendiri tidak bahagia..hanya bisa menahan sakit.

Dalam sekejap, ha young merasakan sakit di kepalanya. Sakit yang benar-benar menyiksa. “ Aaaaaaahhh...sakit sekkaliii oppa...hhmmpp..” Ha young menjerit dalam pelukan suho, menahan sakit sekuat tenaga. Keringat bercucuran, wajah ha young semakin pucat. Suho mulai panik akan gejala yang di timbulkan lagi oleh kepala ha young, mengingat ha young selalu berpikir keras. Suho berusaha memeluk ha young erat, menenangkan ha young, berusaha menghilangkan rasa sakitnya. Suho mulai menangis tak tahan mendengar jerit kesakitan ha young yang sambil mencoba emukul kepalanya sendiri.

“ Ha young, berhenti memukul kepalamu sendiri! Kau tau, itu akan semakin berdampak buruk. Berhentilah memukul..” ha young tetap bersikeras memukul kepalanya, agar sakit dan nyeri iu berhenti. “ Hiks...sakit oppa...sakittt... Katakan, oppa...hiks...hmmpff...ada apa denganku? Aku...aku sakit apa, oppp...paaa...hmpff..” sekuat tenaga ha young menahan sakit yang semakin berdenyut.
Suho mematung, tak menyangka adiknya akan bertanya juga tentang hal itu. Suho menarik nafas dalam-dalam. “ Dokter bilang, ada tumor ganas di otakmu, ha young~ah. Mianhae, oppa tak memberitahumu. Hiks, oppa takut kau akan terus memikirkan penyakitmu jika aku memberitahumu. ” ha young terpaku, tak percaya. Air matanya kembali mengalir mendengar pengakuan oppanya. “ Hanya menunggu waktu...” suho semakin mempererat pelukannya, tidak ingin kehilangan ha young, satu-satunya harta yang paling di sayangi dan di milikinya di dunia.
“ Oppa,.jika benar begitu, jebal....rahasiakan ini dari orang lain. ” ha young berusaha tersenyum, padahal hatinya menjerit. Belum lama ia bertemu chanyeol, mengapa harus secepat ini tuhan memisahkan keduanya. Suho mengangguk, dan mencium puncak kepala ha young, dan membiarkan ha young tertidur dalam pelukannya.

TBC => RCL Pleasee.. :)

Jumat, 03 Agustus 2012

[FF] Last Chance, Last Love *part 1 of 2*

Annyeonghaseyo yeorobeun... Aku balik lagi nih bawa FF request dari temanku. ^^ dan aku sekedar mencoba membuat cover untuk FanFiction.ku yang pertama kalinya. Dan ini FF EXO pertama yang aku buat, karena biasanya aku membuat FF tentang Super Junior, SHINee, SNSD saja (serta tambahan cast dari BB/GB lain). Okeh, mian yah kalau covernya tidak terlalu bagus. :D (pemula)


Okey, ini FF special untuk My Chagiya yang sedang galau, di karenakan untuk (entah keberapa kalinya) dia mulai selingkuh dari suaminya *tunjuk-tunjuk Heechul* yang kini hatinya mulai terbuka untuk orang lain *peluk chanyeol*plakk.
Okeh, saya ternyata suka banyak bicara yah, sama seperti suami pertama *ngerangkul yeye* => *di bakar clouds hidup-hidup*. Check it out.

PERINGATAN! WAJIB BACA! JANGAN LUPA, DILARANG! WARNING! NOT COPAS, NO BASHING, NO FANWAR! SAYA CINTA DAMAI! BAGI YANG COPAS FF SAYA, SAYA DOAKAN TIDAK SELAMAT DAN TIDAK SUKSES DALAM HIDUPNYA! Tapi, wajib RCL yah. Gomawo. ;)

Author : Lee Ji Ae (marga baru nih)
Genre : Sad Romance, Tragedy, Friendship
Length : Chapter (full version)
PG : 17 aja mungkin
Cast :
-          Niecha Luph Heechul as Park Ha Young
-          Park Chan Yeol (EXO-K)
-          Lee Hyun Ra (author numpang eksis)
-          Kim Joon Myun aka Suho
-          Tao & Chen (EXO-M)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ha Young pov^
Pagi ini, udara benar-benar terasa sejuk. Ku hirup oksigen sepuasku. Pohon ini, menambah sejuk dan rindang di tempat aku duduk saat ini. Ku pejamkan kedua mataku perlahan. Senyum kecil terlihat jelas di wajahku. Saat ini, aku sedang menikmati waktu luangku di belakang kampus, menunggu mata kuliah jam pertama. Aku sengaja datang pagi-pagi sekali, karena di sini, udaranya begitu segar, cahaya matahari juga baik untuk kulit.

Aku sendirian, sahabatku belum datang. Kata-kata itu seakan-akan menjawab pertanyaan siulan burung kecil yang sejak tadi terbang melewatiku.
“ Ha young-ah. Sudah lama menungguku? Mian, aku kesiangan. ” ku buka perlahan mataku. Ku dapati Hyun Ra terengah-engah, mungkin dia berlari. Karena kampus ini luas dan taman ini cukup jauh jika berjalan dari pintu gerbang.

“ Aniyo, gwaenchana. Duduklah disini, kau pasti lelah. Minumlah.” Ku sodorkan sebotol air mineral pada Hyun ra yang langsung mengambil botolku dan meneguk airnya hingga sisa separuh. Kami berdua terdiam beberapa menit sambil menghirup udara segar.
“ Hmm, ha young-ah, sebentar lagi masuk. Kajja, nanti Mr. Choi marah. ” hyun ra menggandeng tanganku dan kami berdua bergegas masuk.
Ha Young pov end^
***

“ Hyun ra, kau pesan makanan apa? Biar ku pesankan. ” Ha young segera beranjak dari tempat duduknya yang segera di cegah oleh hyun ra. “ Biar aku saja yang pesan, ne? Kau tunggu disini saja. ” baru 3 langkah, hyun ra berbalik. “ Seperti biasanya kan? ” ha young mengangguk. Lalu hyun ra segera bergegas untuk memesan makanan.

Tanpa ha young sadari, sepasang mata mengamatinya dari jauh. Dia sedang berdiri di belakang mahasiswa lain yg sedang menganri sambil terus memandang ha young dari jauh. Namja itu mendekat ke arah ha young yang masih terdiam menunggu hyun ra datang. Namja itu berjalan perlahan dan menghampiri ha young setelah dia selesai memesan makanan.

“ Annyeong. Bolehkah aku..duduk di sini ? Karena tempat lain sudah penuh. ” akhirnya namja jangkung berambut coklat dan bergelombang itu menyapa Ha young.
“ Aigoo~, chanyeol-ah. Ku pikir kau siapa. Tidak usah menggunakan bahasa sopan begitu. Duduklah, ada sisa 1 kursi di samping Hyun Ra. ” ha young mempersilahkan chanyeol duduk, sedangkan chanyeol hanya bisa nyengir karena berhasil mengerjai sahabatnya.
Tak lama setelah itu, hyun ra datang dan ketiganya mulai mengobrol seru. Sesekali chanyeol mengeluarkan joke-joke lucu yang membuat kedua yeoja di hadapannya tertawa lepas.

“ Hmm, chanie-ah, sabtu besok kau ada waktu? Kita kumpul-kumpul lagi seperti dulu. Sudah lama tidak ngobrol seperti ini. Bisakah? Jeball... ” hyun ra mulai lagi dengan sifat manjanya pada chanyeol, tidak masalah. Toh, dia selalu menerima tawaran hyun ra, dan tak pernah menolak jika dia yang meminta.
“ Hmm, hyun ra benar. Ayo kita kumpul-kumpul lagi, di rumah hyun ra. Bisa kan? ” ha young menambahkan. Dan ternyata chanyeol tak pernah berubah. Dia selalu menuruti apa kata ha young dan hyun ra, dia mengangguk sambil tersenyum. Setelah selesai, mereka bertiga segera bergegas memasuki kelas mereka masing-masing.
***

“ Chanie-ah, kau ada dimana? Hmm, di jalan? Ok, jangan lupa bawa camilan yah. Hehehe...arasso. ” hyun ra segera menutup telponnya dan bergegas ke ruang tamu, dan menunggu kedatangan chanyeol dan ha young.

Tinn..tin..

Segera hyun ra bergegas membuka pagar rumahnya dan mempersilahkan chanyeol dan ha young masuk.
“ Aku bawa beberapa camilan. Hehehe, rata-rata chanyeol yang memilihnya. ” ujar ha young seraya membuka jaket dan meletakkan tasnya, disusul chanyeol di belakangnya tanpa melepaskan jaket. “ Hehehe, chanie kan selalu begitu. Kajja, kita ke taman belakang saja. ” dan mereka pun berlalu.
. . .

“ Hmm, chanie, kapan band.mu akan tampil ? aku dan ha young ingin sekali menonton aksi bandmu di kampus. Benar kan, ha young-ah? ” ha young yang di ajak bicara hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum.

“ Hmm, minggu depan mungkin kalau tidak salah, bandku akan tampil di cafe dekat kampus. Kami di undang untuk memeriahkan ulang tahun cafe yang ke 4. Kalau kau mau datang, nanti aku akan izin pada manajer disana. ” sambil terus memakan kacang kulit, chanyeol sesekali melirik ekspresi ha young yang sedikit berbeda malam ini. Tanpa disadari hyun ra, wajah ha young sedikit memucat.
“ Ha young, kau kenapa? Gwaenchana? Kau sakit? ” deg! Tak disangka, chanyeol membaca ekspresinya yang sejak berangkat sampai sekarang tampak aneh dan berbeda. Ha young seketika menatap chanyeol kaget.

“ Ah, aniyo. Nae..gwaenchana. Aku mungkin sedikit lelah. ” ha young berusaha menghindari tatapan tajam chanyeol. “ Kau mau istirahat di kamarku, young~ah? Atau ku ambilkan kau air hangat? ” ha young hanya mengangguk.
“ Ambilkan aku air hangat saja. Maaf, merepotkanmu. ” segera hyun ra bergegas menuju ke dapur dan membuatkan air hangat untuk ha young.

Saat hyun ra sedang berada di dapur, chanyeol kembali memperhatikan wajah ha young. Di amatinya baik-baik wajah lelahnya, sedikit pucat. Karena cemas, chanyeol refleks menyentuh kening ha young.
Untuk sesaat, keduanya bertatapan. Deg! Deg! Deg! Deg! Sudah lama ha young tak merasakan debaran ini lagi. Sejak Chanyeol memutuskan pindah sekolah dan meninggalkan ha young dan hyun ra, jarang sekali ha young dekat dengan namja lain.

Sosok chanyeol yang di rindukannya selama 3 tahun pergi, terbayar sudah sejak dia kembali lagi dengan sosok yang tidak berubah, tetap menjadi dirinya sendiri,..tetap menyenangkan.
Sesaat keduanya tersadar, tampak semburat merah di pipi keduanya. Mungkin chanyeol tak menyadari, bahwa sejak dulu, ha young menyukainya. Tapi, dulu ha young masih belum mengerti arti menyukai. Jadi, berkalli-kali ha young tepis perasaan itu, dan hanya menganggap angin lalu.
‘ Ingat, chanyeol adalah sahabatku, tidak lebih. ’ ujar ha young yang mewanti-wanti dirinya sendiri.

Lalu di tatapnya lagi chanyeol yang bangkit dan mengulurkan tangannya. “ Lebih baik, kita duduk di gazebo itu saja. Rumputnya dingin. ” di raihnya uluran tangan chanyeol dan dengan lembut di tariknya tubuh ha young yang sedikit lemas.
Sesampainya di gazebo, ha young memeluk kakinya. Udara malam ini mulai semakin dingin, ha young menyesal telah melepas jaketnya tadi. Tanpa ha young sadari, chanyeol melepaskan jaketnya dan di sampirkannya di pundak ha young. Ha young terkejut dan menatap chanyeol yang tengah tersenyum lembut ke arahnya.

“ Aku tahu kau kedinginan. Tak usah menolak, kau mau aku di pukul oppamu karena tidak menjaga adiknya ini dengan baik? Dasar, tak usah menatapku seperti itu. ” tampak chanyeol gugup dan membuang mukanya dan menatap ke arah lain sambil mengerucutkan bibirnya.
Ha young tersenyum menatap chanyeol. ‘ Ada apa dengan bocah ini? Baik sekali...’ pikir ha young sambil tetap menatap chanyeol yang masih cemberut menahan kecanggungan malam ini. Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengamati mereka dari jauh.
“ Ah, hyun ra. Kau lama sekali... apa yang kau lakukan di dalam? Tidur, eoh? ” suara berat chanyeol mulai mengomel saat mendapati hyun ra berjalan perlahan ke arah gazebo membawa 3 cangkir coklat hangat sambil tersenyum kecil.

“ Aishh, aku membuat coklat hangat. Makanya aku lama. Berhubung udaranya dingin, jadi ku putuskan untuk membuat ini. ” di letakkannya 3 cangkir tersebut di atas gazebo
“ Hahaha..ternyata kau masih tetap pintar ya? Tak ku sangka...” chanyeol menyentuh kepala hyun ra dan mengacak-acak rambutnya dengan memasang wajah gemas. Hyun ra yang merasa terganggu, langsung memukul lengan chanyeol dan menggembungkan pipinya.

“ Ya! Kau pikir selama ini aku bodoh? Dasar..jangan acak-acak rambutku. ” hyun ra membalas mengacak-acak rambut chanyeol yang sedikit keriting itu. Dan secara bersamaan, keduanya menjulurkan lidahnya. “ Weeeekkkk....” dan keduanya langsung tertawa bersama.
Merasa terasingkan, ha young hanya bisa tersenyum melihat kedua sahabatnya bercanda. Sangat berbeda.. Sikap chanyeol berbeda jika bersama dengan hyun ra dari pada dengan ha young. Tiap dengan ha young, selalu terasa canggung, padahal mereka berdua sudah bersahabat sejak lama. Sedangkan dengan hyun ra, keduanya selalu berantem kecil dan saling mengejek, lalu di akhri dengan tawa lepas.

Selanjutnya, ketiganya pun bercanda dan saling menceritakan pengalaman masing-masing. Sampai jam menunjukkan pukul 10 malam, chanyeol dan ha young pamit pulang.
“ Ha young~ah, josimaeyo (hati-hati). ” ha young hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya. “ Kamsahamnida untuk malam ini, hyun ra. Sampai ketemu di kampus. ” ha young melambaikan tangannya dan di balas pula dengan hyun ra.

“ Ya! Kau hanya mengatakan hati-hati pada ha young saja? Kau melupakan aku, ya? Kan aku yang menyetir mobil. Dasar.. ” chanyeol tampak semakin mengomel saat dilihatnya hyun ra tertawa dan ‘mehrong’ lagi. (?)
“ Hyun ra, kau tak mau menitip salam lagi pada oppa? Dia ada di rumah sekarang. ” ha young tau, oppanya pasti senang jika hyun ra menitipkan salam untuknya. Dan hyun ra mengangguk tanda dia setuju.

Di perjalanan pulang pun, keduanya masih terdiam. Chanyeol yang tetap fokus memperhatikan jalanan kota seoul yang masih ramai karena mengingat malam ini adalah malam minggu. Saat sampai di depan rumah ha young pun, keduanya masih tetap diam. Ha young hanya menunduk dan mengucapkan terima kasih. Chanyeol pun begitu, semakin gugup karena ada namja yang memperhatikan gerak geriknya.
“ Oppa? Apa yang opa lakukan di luar? Di luar dingin.” di lihatnya oppanya menunggu di dekat pintu masuk sambil melipat kedua tangannya di dada dengan ekspresi yang sulit di tebak. Saat chanyeol sudah jauh, barulah yang di ajak berbicara bergerak masuk ke dalam rumah.

“ Suho oppa... waeyo? ” suho yang berdiri membelakangi ha young pun berbalik. “ Dari mana saja kau ? Kau berkencan? Kalau tidak, mana hyun ra? Kenapa aku tak melihatnya? Biasanya kan kau bersama hyun ra. Kenapa kau pergi dengan namja tadi? ” ha young tau jika suho begitu protektif terhadapnya hingga menanyakan hal-hal sedetail itu. Ha young hendak menjawab, tapi langsung di putus begitu saja oleh suho.

“ Jangan di jawab sekarang. Oppa tau kau lelah, tidurlah. Oppa tunggu penjelasanmu besok pagi. Arasso? Naiklah.. ” ha young tau jika oppanya ini tak suka berdebat, apalagi sudah malam begini. Suho pun pergi menuju kamarnya. Seketika ha young ingat sesuatu. “ Oppa, hyun ra menitip salam padamu tadi. ” tanpa suho menoleh, dia tersenyum kecil tanpa sepengetahuan yeodongsaengnya itu dan terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai 2.

***

“ Hmm, kenapa perasaan ini timbul lagi? Bukankah aku sudah melupakan perasaan itu? Tapi kenapa ada lagi? ” ha young yang hendak tidur mulai memikirkan chanyeol. Pikirannya malam ini penuh dengan chanyeol, tanpa perlu di komando.

“ Tatapan matanya semakin menghangat. Apa mungkin dia menyukaiku? Aishh, mana mungkin. Tapi, kenapa sikapnya berbeda saat bersama hyun ra? Atau, chanyeol menyukai hyun ra? Aisshh, ada apa ini. Kenapa aku selalu berpikiran begitu tiap kali melihat mereka berdua? Apakah ini artinya aku...cemburu? pabo, itu tidak mungkin. ” ha young mulai menutup matanya, mencoba untuk tidur. 
Gagal.

“ Aishh, tidak bisa tidur. ” dicobanya lagi, gagal lagi. Di putuskannya untuk menulis diary agar cepat mengantuk. Setelah 1 lembar diarynya penuh dengan tulisan tangannya, akhirnya ha young mulai mengantuk.

Sebelum tidur, di sempatkannya menatap foto chanyeol, hyun ra dan dirinya di frame foto di meja dekat kasurnya. Tampak wajah polos chanyeol saat itu menatap ke arah kamera, sedang merangkulku dan hyun ra. Saat itu mereka masih duduk d kelas 2 SMA, foto sebelum chanyeol pergi meninggalkannya. Lambat laun, mata ha youg mulai terpejam. Rasa kantuk mulai menyerang, dan akhirnya ha young tertidur pulas.

***

“ Chanyeol...! ” hyun ra memanggil chanyeol di koridor kampus, yang pada saat itu chanyeol sedang berjalan dengan kedua temannya. Siapa lagi kalau bukan Tao si ‘ Sharp Eyes ’(author ngarang) dan Chen si ‘ Soft Eyes ’ (author ngarang lagi).

Chanyeol segera memutar badannya dan menghadap hyun ra yang tengah terengah-engah sehabis berlari di susul kedua temannya yang juga menatap hyun ra bingung. Chanyeol mengerutkan dahinya sambil tetap menatap hyun ra yang berusaha menarik nafas.
“ Ha young . . . Ha young masuk rumah sakit. Kau mau ikut aku kesana? ” seketika chanyeol menarik lengan hyun ra dan berlari menuju parkiran. Tao dan chen yang sempat bingung, langsung mengikuti chanyeol dan hyun ra. Ke-4 nya bergegas menuju rumah sakit tempat ha young di rawat.
. . .

Secepat kilat hyun ra langsung menemukan Suho sedang duduk melamun di depan ruang UGD. Di hampirinya suho dan di tepuknya pundak Suho lembut.

“ Oppa..bagaimana keadaan ha young? Ha young baik-baik saja kan? ” suho menengadahkan kepalanya dan menatap hyun ra lesu. Wajah suho tampak pucat dan setitik air di sudut matanya mulai jatuh. Tanpa di sadari, suho berdiri dan langsung memeluk Hyun ra. Hyun ra sempat membeku dan terpaku mendengar suho menangis di pelukan hyun ra. Hyun ra pun membalas pelukan suho iba.
Chanyeol yang melihat pemandangan di hadapannya itu sempat sedikit merasa sakit, terbesit pikiran negatif tentang keadaan ha young. Tapi chanyeol tak berani untuk menanyakannya, mengingat ekspresi tatapan suho malam itu.

“ Hyun ra~ah....nae..mianhae..aku bukan oppa yang baik.. Aku bukan oppa yang becus menjaga adik.. Mianhae...hiks.. ” hyun ra masih terpaku, baru kali ini mendengar dan melihat suho menangis. Di husapnya punggung suho yang bergetar, berusaha menenangkannya. Lalu pelukannya terlepas dan di tatapnya mata suho.

“ Oppa itu oppa yang baik untuk ha young. Percayalah, mungkin oppa sedikit lengah. Uljima oppa.. Hmm, lebih baik sekarang kita menunggu dokternya keluar. ” hyun ra mencoba tersenyum menghibur suho, dan tanpa hyun ra sadari. . . .semakin sering hyun ra memberikan senyuman seperti itu, suho semakin terikat hatinya oleh yeoja di hadapannya.
“ Hmm..mianhae, aku ingin bertanya. Apa separah itu luka di kepala ha young? ” seketika suho dan hyun ra menatap chanyeol saat namja itu mencoba bertanya.

~flash back~
Ha young pov

“ Ha youngiee...ireonnaaaa...ppali, nanti kau terlambat. ” ku dengar oppa berteriak memanggilku dari lantai bawah. Ku buka mataku perlahan, berat. Kepalaku serasa berdenyut...sakit. ku coba bangun dari kasur, pandanganku buram, kepalaku semakin berdenyut. Ya tuhan, ada apa ini?
Ku langkahkan kakiku menuju pintu, bergegas meraih gagang pintu. Saat sampai di depan pintu, pandanganku semakin kabur, mulai gelap perlahan, ku lihat samar-samar ada tangga. Tubuhku lemas, dan semuanya serba gelap. Terakhir kali yang ku dengar adalah jeritan oppa memanggil namaku.
Ha young pov end

~flash back end~

“ Entahlah, aku masih belum tau luka di kepala ha young separah apa. Yang ku tau, kepalanya terluka. Waktu ku temukan, ha young sudah tergeletak di dekat tangga dengan darah mengucur di pelipis dan telinganya. Aku benar-benar panik tadi pagi, aku kalut, aku hanya bisa berteriak dan mengguncang-guncang tubuh ha young. Lalu, segera ku hubungi ambulans dan terlintas di kepalaku, aku...segera menelpon... ” diliriknya hyun ra sekilas, yang membuat chanyeol, tao dan chen mengerti tanpa di jelaskan.

“ Jadi, sekarang ini, ha young sedang di operasi? ” chanyeol semakin khawatir dan penasaran. Suho hanya mengangguk. “ Entahlah, mungkin di jahit, aku tidak tau pasti..” saat itu juga dokter yang menangani Ha young keluar ruangan UGD.
Segera Suho, Chanyeol dan Hyun Ra bangkit dan menghampiri sang dokter. Suho tampak semakin pucat saat sang dokter meminta suho untuk keruangannya.

Firasat suho semakin tidak karuan (?) saat mendengar penjelasan dokter. Suho berusaha meminta bantuan dokter, tapi hanya waktulah yang akan menjawabnya. Suho keluar dari ruangan dokter dengan wajah yang lebih lesu lagi. Tapi saat di depan orang lain, suho berusaha terlihat baik-baik saja.
“ Syukurlah, ha young baik-baik saja. Untung tidak sampai luka dalam, itu kan bahaya. ” chen mulai buka suara yang sejak tadi hanya bisa diam karena tak tahu harus berbuat apa.

Chen menatap tao yang sejak tadi tak mengeluarkan suara, hanya sesekali mengutak atik hpnya. Chen tahu, ekspresi tao tidak bisa terbaca meski dalam keadaan genting sekalipun. Chen berpikir, tao hanya memiliki satu ekspresi yang bisa terlihat diwajahnya. Dingin dan tajam. Tapi chen mengerti jika sikap tao seperti itu.
“ Oppa, bagaimana jika kita sekarang ke kamar ha young? Aku ingin melihat keadaannya.. ” di liriknya 3 namja yang datang bersamanya menunggu jawaban suho. Lalu diliriknya suho, suho tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya.
. . . .

“ Aigoo~, nae chagiya sudah sadar.. Annyeong, ha youngie.. Bagaimana keadaanmu, hmm? ” hyun ra meletakkan sekeranjang buah segar yang sempat ia beli tadi bersama dengan chanyeol. Ha young yang di sapa riang hanya tersenyum tipis menatap 4 namja dan 1 yeoja yang menemaninya.

“ Aku? Lumayan baik.. ” sekilas ha young menatap chanyeol yang tampak tersenyum lega menatapnya.
“ Ku bawakan kau buah, satu keranjang penuh. Tadi chanie yang mengusulkannya. ” tampak chanyeol tak melepaskan pandangannya pada ha young.

“ Hmm, gomawo hyun ra~ah, chanie~ah. Ah, ada tao dan chen rupanya. Annyeong..gomawo sudah datang menjenguk. ” ha young menatap sosok chen, chen tersenyum tulus. Lalu pandangannya berpindah pada tao, ada tatapan tajam di matanya, meskipun bersikeras tao mencoba tersenyum, tetap saja ekspresinya tak berubah.

“ Ha youngie, kau tak mau berterima kasih pada oppamu ini? Hmm? Tega sekali dirimu. ” ha young tahu, oppa kesayangannya ini akan mulai merajuk jika ha young abaikan.
“ Hehe..mianhae, oppa. Gomawo. ” di elusnya puncak kepala ha young oleh suho. Setelah itu, ha young dan yang lainnya mulai mengobrol dengan suho, hyun ra, chanyeol, chen, tanpa tao. Kenapa? Kalian pasti sudah tahu, di mata 4 temannya, tao sosok pendiam dan misterius, cukup sulit berbicara dengannya.

Ha young memperhatikan hyun ra dan chanyeol yang mulai lagi bercanda dan saling ejek. Saling menjitak, ‘mehrong’ (?), saling pukul. Sedikit terbesit perasaan cemburu, tapi di usirnya perasaan itu jauh-jauh. Lalu diliriknya suho, benar dugaannya. Oppanya itu merasa risih dan . . . .cemburu melihat hyun ra dan chayeol bercanda.

~flash back~
“ Chanie, apa kau terpikir untuk membelikan ha young sesuatu? ” seketika yang di ajak bicara pun menoleh dan langsung tersenyum. Chanyeol menarik tangan hyun ra dan bergegas pergi ke supermarket terdekat.

Suho yang ingin mencegah, membatalkan niatnya karena saat ini yang terpenting adalah keadaan yeodongsaengnya yang sedang sakit. Tao yang membaca ekspresi suho, mengerti, dan memunculkan smirk-nya.
. . .

“ Hmm, hyun ra, buah apa yang paling disukai ha young? Kau ingat? ” diliriknya hyun ra yang sempat berpikir sejenak.
“ Aku lupa. Mungkin apel atau anggur atau jeruk? ” refleks chanyeol menjitak kepala hyun ra.
“ Kau ini bagaimana? Sahabatnya sendiri tidak tahu. Pabo, payah. ” seketika hyun ra cemberut dan menggembungkan pipinya yang sudah sangat tembam itu. Refleks lagi, chanyeol mencubit pipi hyun ra.

“ Tidak usah seperti itu..!! sudah jelek, masih di gembungkan begitu. Tidak pantas. ” chanyeol semakin mearik-narik pipi hyun ra gemas sambil sedikit tertawa evil.
“ Ya!! Sakit...lepas.. ” setelah membeli buah, keduanya bergegas kembali ke rumah sakit.

~flash back end~

“ Oppa, kata dokter, apa kepalaku baik-baik saja setelah aku terjatuh dari tangga? ” suho yang di tanya pun hanya menghela nafas dan tersenyum kelu.
“ Hanya luka sobek di pelipis dan di dekat telingamu ini. Tak perlu khawatir. ” ha young hanya bisa bernafas lega. Suho sesungguhnya harus mati-matian berbohong, tidak ingin adik kesayangannya ini tau.

“ Oppa, kenapa oppa lesu begitu? Oppa sakit? ” seketika suho menggeleng cepat, ‘ Seharusnya aku yang lebih mengkhawatirkanmu, ha young~ah.’ Kata suho dalam hati sambil menahan kesedihan di wajahnya.
Saat itu, hyun ra, chanyeol, tao dan chen sudah pulang. Jadi, keduanya bebas ingin berbicara apa. Termasuk tragedi jatuhnya ha young dari lantai 2. Tapi suho tetap merahasiakan sesuatu dari ha young yang tidak bisa di ungkapkan.

. . .  after 4 days . . .
Ha young sudah keluar dari rumah sakit setelah tragedi jatuh, ha young langsung mencari hyun ra di kelasnya, nihil. Segera ha young ke kantin. Di lihatnya hyun ra sedang mengobrol dengan chanyeol sambil sesekali eminum milk shakenya. Deg! Terbesit rasa kecewa dan sakit di dadanya. ‘ Kau kenapa, ha young ah? Kenapa hanya melihat mereka berdua begitu, dadamu jadi sesak begini? ’ ha young mulai bertanya pada dirinya sendiri.

Sebenarnya tidak masalah jika chanyeol dan hyun ra terlalu dekat seperti itu, mereka berdua kan sahabat. Toh selama dia di rumah sakit, chanyeol selalu menjenguknya tanpa absen. Di dekatinya chanyeol dan hyun ra. Betapa terkejutnya chanyeol dan hyun ra melihat sahabatnya mulai masuk kuliah lagi tanpa memberi tahu keduanya.

“ Aigoo~, kenapa kau tak bilang, ha young~ah jika masuk? Kalau kau bilang kan aku bisa menjemputmu. ” ha young hanya bisa menggelengkan kepala dan mengucapkan kata surprise terhadap keduanya.

“ Kau mau minum? ” dengan suara beratnya, chanyeol menawarkan air minumnya pada ha young yang kemudian di tolak secara halus. Kemudian ketiganya mengobrol sampai pada akhirnya chanyeol berpamitan terlebih dahulu. Saat chanyeol sudah menghilang, ha young selamanya tidak akan pernah melupakan apa yang di katakan sahabatnya itu yang tampak berbunga-bunga.

“ Ha young~ah...kau tahu? Tampaknya aku mulai menyukai namja itu. Park chanyeol. Maukah kau membantuku, ha young~ah. ” sambil seraya tersenyum malu, hyun ra menggenggam dan memohon pada Ha young. Demi tuhan, ingin rasanya ha young pergi dari hadapan hyun ra dan melupakan apa yang baru saja sahabatnya katakan.

TBC
Panjang amat yah? Kkkk~
Lanjut next part yah...part terakhir yg mungkin pnjangnya akan sama seperti ini. Hihihi... *di tabok nchul*. Mian jika kurang seru dan greget y nchul. hohoho