Tampilkan postingan dengan label Cover. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cover. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

[FF] Dream Note *part 1*

Ki-ka : seohyun (young shin), sooyoung (hye rin), jessica (hyun rin), tiffany (yoo rin), and si leader taeyeon (kyu rin).


Maaf, aku terlambat ngepost FF ini. Hehehe... I’ll be back...*nyanyi ala 2pm* membawakan FF SHINee, yang sebelumnya aku pernah membawakan FF SHINee juga “ My Pretty Boy ” yang belum tuntas masa ceritanya. *plakkk*. Oke, untuk part 1 sementara tidak ada sosok SHINee atau member SHINee, dikarenakan para tokoh utama dulu yang beraksi. NO OPAS, NO FANWAR, NO BASHING, dan No no no lainnya. Udah aku publish di FB karena ini adalah request dari sahabatku.. *peluk piee*. Enjoyed....

Author : G_ae
Genre : Fantasy, Romantic, GaJe, Chapter
Cast :
-          Shin Hyun Rin (Piee)
-          Kim Kyu Rin,
-          Song Hye Rin,
-          Park Yoo Rin,
-          Lee Young Shin, and other cast u’ll find later

NB : This FanFiction special for My Friend, Piie :D . And this is my first story about fantasy. Sorry if this story not like you hope before. And, jeongmal mianhae if many typo is wrong. But, I hope you like this. Enjoyed for reading. ;)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Chapter 1
“ One...two...three...four... One..two..three..four... Hup, one...two...three.. Terakhir... One...two...three..four..hup..one..two..three... Geobuhal su eobtneun neoeui maryeokeun lucifer...(*author ngawur) ”  terdengar 5 suara yeoja serempak mengucapkan beberapa hitungan disertai gerakan dance Lucifer milik SHINee di ruang latihan milik salah satu dari mereka.

Hyun rin menghela nafas panjang setelah selesai berlatih bersama ke-4 temannya. Keringat mulai membanjiri tubuh mereka. Hawa panas seraya mulai menguap dari dalam tubuh setelah 1 jam berlatih meskipun hanya jeda 5 menit. Di hirupnya banyak-banyak oksigen yang tersisa. Benar-benar hari yang melelahkan. Lalu hyun rin angkat bicara.

“ Hmm...oke latihan hari ini cukup. Kita masih punya waktu 1 minggu untuk kompetisi. Aku harap, besok dan seterusnya sampai hari H, hmmpff...kita bisa lebih dari hari ini. Fighting...!! ” hyun rin bersorak dan di sambut dengan penuh semangat oleh ke-4 temannya yang sesungguhnya sudah sangat lelah.

“ Saengie, apa kita benar-benar yakin kalau kita akan menang? ” Kyu Rin bertanya pada hyun rin dengan wajah memerah karena kelelahan. Hyun rin mengangkat kepalanya dan menatap kyu rin.

“ Aku yakin, eonn. Aku yakin 100% kita berhasil memenangkan kompetisi ini. Kita sudah berlatih jauh-jauh hari sebelum di umumkan adanya kompetisi dance cover. Sudah 2 bulan kan kita latihan untuk hari ini. Aku yakin, kita bisa. Percayalah. . .jangan mundur sebelum berperang. ” jujur, sesungguhnya hyun rin juga merasa takut jika mereka tidak berhasil, meskipun 2 bulan lebih dirinya dan 4 temannya berlatih tarian ini. Terbesit keraguan di hati hyun rin, tapi dia tetap memberikan semangat penuh untuk teman-teman dan dirinya sendiri untuk kompetisi 1 minggu lagi.

“ Baiklah, kita harus berlatih lebih giat lagi. Karena ada beberapa gerakan yang menurutku sulit dan terlalu cepat. Meskipun kita sudah berlatih 2 bulan lebih, tapi aku masih ragu dengan tarianku sendiri. Tapi, demi mendapatkan hadiah yang sudah kita impi-impikan sejak dulu, menonton konser SHINee secara langsung, kita harus sungguh-sungguh dengan kompetisi ini. ” Kyu Rin mengucapkannya dengan semangat berkobar sambil beranjak dari tempatnya duduk tadi.

Di susul oleh Young Shin, Hyun Rin, Yoo Rin, dan Hye Rin. Ke-5 yeoja tersebut saling berpandangan, posisi berdiri membentuk lingkaran. Kyu rin menjulurkan tangan kanannya, disusul yang lain. 5 tangan yang telah bertumpukan, 5 kepala yeoja yang mulai tertunduk sungguh-sungguh, memejamkan mata, dan berdoa demi keberhasilan mereka. Saat itu juga mereka bersorak, “ Star light . . . Fighting for SHINee!! ” *gubrakkk* (author tidak menemukan yel-yel yang pas untuk mereka =,=”)

***
“ Hyun rin~ah, kau sudah pulang? ” seorang wanita paruh baya menghampiri kamar hyun rin. Di lihatnya sekilas kamar hyun rin yang penuh dengan poster-poster yang berwarna warni memenuhi tembok kamar Hyun rin. Lalu di lihatnya hyun rin yang berbaring di lantai dengan mata terpejam dan baju yang penuh dengan peluh.

“ Hyun rin~ah, waktunya makan malam. Mau halmoni ambilkan makan? ” hyun rin membuka matanya dan segera terduduk menatap wanita paruh baya itu.

“ Halmoniiii...kapan datang? Kenapa aku tak tahu? Bogoshipoyeo, halmonie. ” hyun rin memeluk neneknya yang saat itu juga membalas pelukan cucu perempuannya yang semakin hari semakin terlihat dewasa.

“ Baru tadi siang. Saat nenek datang, kau tak di rumah. Eommamu bilang, kau pergi latihan bersama dengan teman-temanmu. Lalu saat kau pulang pun, cucu nenek ini tak menoleh sedikitpun pada halmoni kesayangannya. ” di cubitnya pipi hyun rin gemas.

“ Jinjaro? Aishh..mianhae, halmonie. Aku sangat lelah, jadi aku tidak memperhatikan sekelilingku. Jeongmal mianhae, halmonie. ” hyun rin kembali memeluk halmonienya.

“ Sudah...gwaenchanayo. Sekarang, kau bersihkan dulu tubuhmu degan air hangat. Setelah itu turun kebawah untuk makan malam. Arasso? ” hyun rin tersenyum singkat lalu masuk ke dalam kamar mandi.

 ***
“ Unnie, hari ini kita latihan lagi? Di tempat latihan unnie lagi kan seperti kemarin? ” Yoo rin berjalan berdampingan dengan Kyu Rin yang saat itu sibuk membawa beberapa tumpuk buku milik teman-teman sekelasnya. Yang di tanya hanya mengangguk sambil memperhatikan jalan.

“ Hmm, jam berapa, unn? ” saat kyu rin ingin menjawab, tiba-tiba hp.nya bergetar menandakan ada sms masuk. Segera kyu rin menghentikan langkah dan mengoper tumpukan buku kepada yoo rin yang sempat terpaku sesaat. Di raih hp.ya yang terus bergetar, ternyata bukan sms, melainkan telpon dari Hyun Rin.

“ Yeoboseyo, hyun rin-ah. Ne? Arasso, aku kesana sekarang. ” segera kyu rin menutup telpon dan menarik lengan yoo rin untuk bergegas pergi.

“ Ah, unnie, kita mau kemana? Buku-buku ini bagaimana? ” yoo rin yang di tanya lalu berhenti berjalan dan menatap yoo rin.

“ Hyun rin memintaku datang ke kelas Hye rin. Ada masalah katanya. Buku ini, urusan nanti. Sekarang kita kesana dulu. ” dan keduanya bergegas pergi menuju kelas Hye rin.

. . .

“ MWO? Kau mau berhenti mengikuti kompetisi ini? Hye rin~ah, kau bercanda kan? Itu tidak lucu. ” kyu rin menghela nafas, menatap Hye rin lekat.
“ Ya! Kau pikir aku bercanda? Aku serius. Aku tidak yakin jika kita berhasil. Maka...maka dari itu aku berhenti. ” terdengar nada ragu dari cara bicara Hye rin, tapi hye rin berusaha membuat nada bicaranya setegas mungkin.
“ Siapa yang menyuruhmu berhenti, unnie? ” yoo rin akhirnya ikut ambil bicara.

BRAKK!


“ Aku tidak di suruh siapa-siapa. Aku ingin berhenti sendiri. Ini kemauanku, tidak boleh ada yang mengganggu gugat. Arasso? ” hye rin kesal sambil menggebrak meja. Seketika hyun rin dan yoo rin menciut, tapi tidak dengan sang leader.
“ Jadi begitu? Jelaskan padaku alasan lainnya! ” kyu rin menatap hye rin penuh selidik dan sedikit menegaskan nada bicaranya. Seketika dahi hye rin berkerut, tampak berpikir.
“ Tidak bisa menjawab? Baiklah, ku anggap kau tak pernah mengatakan apapun. ” kyu rin segera bergegas berjalan pergi, di ikuti yoo rin dan hyun rin yang tampak bingung dengan sikap sang leader.

“ Ya! Aku...aku terpaksa, kyu rin~ah. Aku terpaksa mengatakan itu. Mianhae...” kyu rin seketika berhenti dan tersenyum. ‘ Sudah ku duga. ’ pikir kyu rin lalu berbalik.
“ Unnie, kau terpaksa mengatakan itu, karena siapa? Siapa yang menyuruhmu? ” hyun rin bingung dengan tingkah hye rin yang tiba-tiba mudah menyerah seperti ini.
“ Aku..aku begini karena..karena Park Seul Eun. Dia mengancamku, akan memberi tahu pada nenekku kalau aku selama ini berbohong padanya soal latihan kita. ” hye rin tertunduk.

Park seul eun adalah musuh star light, saingan star light dalam kompetisi dance cover yang mereka ikuti. Dan seul eun adalah ketua kelompoknya.

“ Jadi, unnie hanya takut dengan ancamannya? Kenapa begitu? ” yoo rin mengerutkan dahinya heran, tumben hye rin takut. Biasanya hye rin-lah yang di takuti. “ Kenapa unnie jadi penakut seperti ini? ” hyun rin menambahkan, tak kalah herannya. “ Aku begini karena demi grup dance kita, ini demi kalian juga! ”

“ Aku mengerti, hye rin~ah. Mereka begitu, karena mereka takut grup mereka kalah dari kita. Bagaimana kalau kita bertanding? Siapa yang kalah, dia yang harus lengser dan mengundurkan diri dari kompetisi. Jika mereka yang kalah, mereka harus meminta maaf padamu dan membatalkan niat busuk mereka. ” sang leader menatap tajam ke 3 temannya, berusaha meyakinkan.

“ Bagaimana jika kita yang kalah? Itu kan tidak lucu! ” ketiganya serempak menanyakan hal yang sama.
“ Itu tidak mungkin. Aku yakin, mereka kalah. Kalian lupa? Mrs. Jang (guru tari / dance) waktu itu menilai penampilan mereka waktu pentas seni 2 bulan yang lalu. Terlihat kalau Mrs. Jang kecewa dengan penampilan buruk mereka. Aku bicara seperti ini, karena Mrs. Jang meminta Hyun rin sebagai guru privat dance mereka. ” kyu rin kembali menatap tajam ketiga temannya.

“ Oh, iya. Aku ingat, waktu itu aku bersama unnie saat Mrs. Jang mengatakan itu. Sempat kaget juga sih, tapi setelah itu aku tertawa di kelas. ” hyun rin jadi semakin yakin dan mulai bersemangat.

“ Jadi, eotthe? Kalian setuju denganku? Jika iya, ikut aku ke kelas Seul eun sekarang. ” ketiganya saling bertatapan, lalu mengangguk. Kyu rin jadi tersenyum lagi melihat semangat yang membara di wajah ketiga temannya itu.

Sesampainya di kelas Park Seul eun, dilihatnya seul eun sedang bercanda dengan ke 4 temannya di atas bangku. Kyu rin tampak gugup, dan penyakit lamanya kambuh, BLANK. ‘ Gawat, aku harus mengatakan apa? Seketika kata-kata yang telah ku susun di kepalaku, mendadak hilang. Eotthe...? hufh...’ pikir kyu rin kalut. Di tariknya nafas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa gugup dan malu. Hyun rin menggenggam tangan kyu rin, berusaha menguatkan kyu rin, karena hyun rin tahu sifat asli sang leader yang mendadak datang begitu saja.

“ Eonnie, kau bisa mengatakannya pada mereka? ” hyun rin mencoba meyakinkan kyu rin. Kyu rin mengangguk mantap, meskipun berkali-kali kyu rin menelan ludah. Hyun rin tampak was-was, yoo rin dan hye rin berpandangan khawatir.

“ Park seul eun! ” seketika kyu rin memanggil seul eun secara tiba-tiba. Yang di panggil menoleh dan tersenyum sinis, dan menghampiri ke 4 yeoja yang menunggunya di depan pintu.

“ Mwo? Ada perlu apa kalian datang kesini? Ingin memberi kami bendera putih tanda kalian menyerah? ” seul eun menatap hye rin mengejek. Hye rin yang di tatap begitu hanya diam, dan tak ingin memberontak sekarang. Kyu rin menarik nafas lagi.

“ Ada yang ingin kami bicarakan pada kalian sekarang. Bisa? ” kyu rin menatap seul eun lekat, dan yang di ajak bicara hanya tersenyum sinis dan mengangguk. Di panggilnya ke 4 temannya dan mereka bergegas pergi, menuju ruang musik.

“ Cepat katakan, kami tak punya banyak waktu. ” seul eun mengibaskan rambutnya yang  ikal karena pengeriting rambut manatap bosan ke arah 4 yeoja yang membawa mereka ke ruangan itu. Hyun rin mendengus kesal. “ Kami ingin menantang kalian, dance battle. Jika kalian kalah, kalian harus meminta maaf pada hye rin dan membatalkan niat bodoh kalian itu.  Lalu kita berkompetisi secara adil, tanpa kecurangan sedikitpun. If we lose, kami akan mengundurkan diri dari kompetisi. Eotthe? ” kyu rin kembali menarik nafas gugup, akhirnya ia bisa melewati masa kritis.

Seul eun dan genk-nya saling menatap kaget, terkejut, dan tertawa. “ Ahahaha....tanpa di tantang pun kami pasti menang. ” seul eun tertawa sambil menatap kyu rin. ‘ Sombong sekali! ’ pikir hyun rin kesal. “ Kalian mau atau tidak? Tinggal jawab, tidak seharusnya kalian menyombongkan diri begitu! ” hyun rin akhirnya buka mulut. “ Kalian tau, orang yang sombong belum tentu berhasil. ” yoo rin ikut-ikutan buka mulut, yang akhirnya di cubit oleh hye rin.

“ Bagaimana? Kalian takut? ” kyu rin kembali menatap seul eun. Seul eun tampak tertegun beberapa detik, dan mengangguk angkuh. “ Boleh saja. Kami terima tantangan kalian! Tapi ingat dengan perjanjian kalian sendiri. Dan...jangan curang. Hahaha.. ” sel eun dan genknya tertawa mengejek. Hyun rin kembali kesal dan menginjakkan kakinya keras-keras ke tanah. “ Ok, tentu saja kami akan mengingat perjanjian kami dan kami tidak akan pernah curang. ” seul eun mengibaskan rambutnya lagi.  “ Jadi, kapan dance battle ini dimulai? Aku tidak sabar. ” kyu rin cs mulai berpandangan dan berpikir. “ Berhubung kompetisi kurang 6 hari lagi, besok lusa kita mulai dance battlenya. Tempat dan waktu, nanti kami kabar lagi. ” lalu kyu rin cs pergi dari hadapan seul eun.

“ Lihat saja. Kemampuan kami sekarang jauh lebih baik dari waktu itu. Hahaha...” lagi, seul eun tertawa sinis.

. . . .
“ MWO? Ya! Eonnie, jika kita kalah, kita tidak bisa bertemu dengan SHINee, dong? Aku juga tidak bisa bertemu dengan Taemin. Sial, kenapa aku tidak masuk saja tadi, dan ku todong mereka dengan pisau. Uhh...” young shin yang penyakitnya kembali kumat (sakit kepalanya) hari ini tidak masuk.

Cettakkk... satu pukulan dari jari hye rin mendarat mulus di dahi young shin. “ Aw..sakit unn. ” young shin mengelus-elus dahinya yang tampak mulai memerah. “ Bisa tidak, kau bersikap biasa tanpa harus berteriak seperti itu? Suaramu menggema, berisik. ” hye rin yang masih diselimuti rasa kesal dan bersalah pada teman-temannya. “ Dari pada berdebat, sekarang kita pikirkan untuk dance battle besok lusa. ” hyun rin dankyu rin segera bangit dan mecari-cari lagu yang pas untuk dance battle mereka. Disusul hye rin, yoo rin, dan young shin.

[ Backsound ‘ Pocker Face ’ by Lady Gaga ]

Pocker face milik Lady Monster mengalun. Secepat kilat hyun rin, hye rin, dan young shin menemukan irama gerakan mereka. Maklum, mereka berdua adalah leader dance di grup itu. Dan ke 2 yeoja lainnya mulai mengikuti gerakan hyun rin, hye rin dan young shin. Dan dengan cepat gerakan mereka menyatu dan kompak. Lalu satu per satu dari mereka maju menunjukkan dancenya masing-masing. Dan dance battle antara mereka di mulai. Menari dengan serius, dan terkadang tertawa karena ulah hye rin yang tariannya mulai kacau dan sedikit melucu. Sang leader hanya ikut bernyanyi dan menyanyikan lagu pocker face sambil bertepuk mengikuti irama.

[ Backsound ‘ Just Dance ’ by Lady Gaga ]

Mereka mulai lagi, dance ala SHINee yang saat itu mengikuti acara Dance cover lagu populer tahun 2009 di salah satu stasiun televisi. Serempak, sambil bernyanyi dan tersenyum bersama. Di tambah beberapa selingan solo dance hye rin dan hyun rin. Lalu di susul oleh ke 3 nya, membuat gerakan sedikit...sexy dan tertawa. Hari ini, adalah hari yang cukup menyenangkan dan sedikit rasa takut menyelinap dalam pikiran masing-masing.

“ Oke, kita sudah menemukan dancenya. Sekarang, kita pikirkan, dimana kita harus melakukan kompetisi ini. ” kyu ra mulai memikirkan dimana dan siapa yang akan menjadi juri dalam kompetisi dance battle mereka. “ Bagaimana kalau Mrs. Jang dan Mr. Choi seosangnim yang menjadi jurinya? ” young shin mulai mengeluarkan ide-ide yang tak terduga. Semuanya menatap young shin heran, dahi mereka berkerut. “ Tumben sekali kau pintar, young shin. ” ujar hye rin sambil menepuk pundaknya. Young shin hanya tersenyum senang karena sudah bisa membantu para eonnienya.

“ Tapi, apa mereka mau? ” yoo rin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ragu dengan pendapat young shin. Seketika wajah cerah mereka redup dan berubah khawatir. Kyu rin mulai berpikir kembali, mencari cara. Ting! “ Jangan libatkan guru. Lebih baik yang lain saja. Bagaimana? Aku ada ide. ” kyu rin tersenyum, dan yakin dengan idenya yang mungkin terdengar gila.

. . .


*Hari H*
“ Eonnie, kau yakin di sini? Ini kan ramai sekali. Aku jadi gugup dan sedikit malu. ” yoo rin mulai ragu dan mengeratkan rangkulannya di lengan kyu rin. “ Aku yakin, karena mereka tidak akan berbuat curang jika kita menantang mereka di tempat ini. Karena mereka semua yang akan menilai penampilan kita. ” kyu rin tersenyum puas dengan rencananya. Hari ini, mereka ingin menakhlukkan omong kosong seul eun dan genk-nya.

“ Aku jadi semakin gugup. Aku takut blank saat kita mulai nanti. ” hyun rin mulai gugup dan tangannya mulai semakin dingin. Hye rin mencoba menenangkan dirinya sendiri. Di tariknya nafas dalam-dalam berulang kali. Di tatapnya amusement park yang ramai dan lumayan padat.

“ Aku sudah mempersiapkannya, guys. Jadi, kita hanya perlu tampil saja. Nah, di sini. Sekarang kita hubungi mereka. ” kyu rin cs berdiri tepat di tengah-tengah pusat amusement park. Setelah mereka menghubungi seul eun yang ternyata sudah bersiap-siap, ke 5 nya berdoa dan berlatih sedikit.

Setibanya seul cs di lokasi (?), tampak raut wajah gugup dan sedikit ragu. Kyu rin cs tersenyum senang, mungkin rencana mereka berhasil. Lalu kyu rin cs dan seul eun cs berhadapan, saling menatap tajam dan serius. Kyu rin mengambil toa (g tau mesti disebut apa) dan menyalakannya.
“ Ehem.. Annyeonghaseyo. Perhatian..perhatian. Kami berdiri disini, karena ada 1 alasan. Kami mengadakan battle dance. Dan kami meminta anda semua untuk menjadi juri, secara adil. ” seketika masyarakat yang yang mengepung mereka bertatapan lalu bertepuk tangan riuh.

Tampak seul cs berpandangan gugup. “ Baiklah, jika kau siap, kami akan mulai. ” tanya kyu rin sambil tetap memakai toa. “ Ige mwoyaa? Kenapa harus di tempat umum? Kalian pasti juga menyogok mereka. Iya kan? ” seul eun mulai sedikit panik dan tak terima. “ Kami tidak menyogok mereka sama sekali. Kami baru datang hari ini dan langsung meminta ijin pada petugas yang ada di sini. Wae? Kalian takut? ” tanya young shin sambil tetap menatap seul eun yang tampak tetap tidak terima.

“ Oke! Kami siap sekarang. Kami tidak takut! ” salah satu teman seul eun mengeluarkan suara, yang selanjutnya di tatap tajam oleh seul eun. Lagi, kyu rin cs tersenyum menang. “ Mana musik yang ingin kau gunakan? Kami akan memberikan pada operator. ” hye rin maju dan mengambil cd di tangan seul eun.

“ Baiklah kalau begitu, Music pleaseee.... ”. ternyata kyu rin cs yang memulai lebih dahulu. Mereka menempati posisi masing-masing dan tertunduk, hening, diam menunggu musik. Tampak pengeras suara mulai mengeluarkan suara. Lagu pembuka Sherlock mengalun, seketika satu per satu personel mulai menggerakkan tubuh mereka. Posisi segitiga dengan hye rin di tengah, di sebelah kanan ada Hyun rin dan young shin, dan di sebelah kiri ada yoo rin dan kyu rin.

Selama 18 detik lagu pembuka berputar, lalu lagu berganti The Boys. Merubah posisi, dan menari dengan kompak, dengan gerakan yang di rubah. Memasang ekspresi serius dan di selingi senyum tajam ke arah seul cs yang terpaku. Kyu rin dan yoo rin bernyanyi sesuai lagu dan di ikuti yang lainnya. Sorak penonton di sekitar mereka mulai membahana saat di bagian reff. Lagu berganti lagi setelah refferens, Pocker face mengalun, hye rin dan young rin maju, lalu di ikuti hyun rin di belakangnya, kemudian kyu rin dan yoo rin yang sambil bernyanyi.

Saat berganti reff, lagu berubah. Just dance yang menjadi penutup, gerakan SHINee yang waktu itu menarikan lagu yang sama sedikit di rombak oleh mereka. Penonton ikut bernyanyi dan bersorak, memberikan tepuk tangan mereka saat kyu rin selesai menampilkan tarian mereka. Lagu berhenti selama 5 detik lalu dilanjut seul cs dengan lagu Toxic milik Britney. Mereka menunjukkan tarian sexy, membuat penonton namja bersorak dan bersiul. Seul cs tersenyum sinis dan sedikit mengejek.

Lagu berganti Mr. Taxi di bagian reff, yang gerakannya sama sekali tidak di rubah dan...sangat mirip. Lagu berganti lagi, The Shinee world menjadi penutup tarian mereka yang sedikit mengejutkan kyu rin cs. Saat penutup, salah satu personil dari seul cs melakukan split dan...berhasil membuat ending yang baik. Penonton bersorak kembali. Tampak nafas seul cs terengah. Musik berlanjut, dan seul cs terperangah. “ Masih ada lagi? ’ pikir seul eun kaget karena masih sangat lelah.

Lagu Boom Boom Pow menghentak, Hye rin maju bersolo dance. Menantang seul cs dengan seringai -yang menurut author itu sangat manis sekali- dengan menggerakkan jari telunjuknya ke arah seul cs. Merasa tertantang, seul eun maju dan mulai dance solo. Penonton kembali bersorak sorak dengan penampilan 10 yeoja itu. Amusement park tampak ramai dan riuh, pengunjung semakin banyak dan ada beberapa mengambil gambar mereka dan merekam dance mereka.

Setelah selesai, 10 yeoja tersebut menarik nafas dan minum sejenak. “ Baik, sekarang kami akan memberikan sebuah kertas. Kertas vote itu, anda isi dengan huruf A atau B. ” hyun rin memberi papan berhuruf A pada kelompok seul eun, dan papan berhuruf B pada kyu rin yang mewakili kelompoknya sendiri. 3 security dari amusement park membantu membagikan kertas kecil dan sebuah pensil pada penonton. Tidak semua yang di beri, hanya orang-orang yang datang sendiri, berdua dan yang sekeluarga (rombongan). Jika yang datang satu keluarga, maka kertas tersebut hanya di beri 2 saja.

Lalu tampak wajah bingung di wajah para penonton yang hendak memilih. Tim A dan B menunggu dengan was-was. 50 lembar di bagikan pada penonton, security mempersiapkan papan perolehan suara. Setelah selesai, mereka mengumpulkan kembali kertas tersebut. Gugup, takut, ragu di rasakan oleh 2 tim tersebut. Tim A, seul eun tampak menyeringai senang, berpikir bahwa timnya yang akan menang. Sebaliknya, tim kyu rin menunduk gugup, berharap timnya menang. Kyu rin cs berpegangan tangan, berdoa, berharap berakhir dengan indah.

“ Baik, saya akan membacakan perolehan suara dari tiap kertas yang sudah di kumpulkan. ” ujar salah satu security. Di aduknya tumpukan kertas yang ada di dalam kotak tersebut. Tampak kertas yang telah di gulung bak kertas arisan *plak*, di ambil 1 oleh si security. Security 1 lagi sudah bersiap memegang spidol. Di bukanya perlahan, di lihatnya tulisan yang ada di dalam kertas tersebut. “ Suara perta di peroleh oleh tim. . . .”

“ Tim A! Chukkae...” ujar si security tersebut. Tim A bersorak, tim B tetap tersenyum tenang. Kertas selanjutnya di ambil, “ Tim B! ” kembali tim kyu rin tersenyum tenang dan menunduk mengucapkan terimakasih.

“ Tim B.”... “Tim A”...”Tim B”... “Tim B”... “ Tim A”... “Tim B”... “Tim A”... “Tim A”... “Tim B”... dan seterusnya. Perolehan pun berimbang. Menjadi 24 : 24.

“ Mianhae, terjadi kesalahan disini. Seharusnya 50, tapi kami kehilangan 2 kertas suara. Di mohon bagi orang yang memegang kertas suara tersebut, harap maju kedepan dan mengumpulkan kertas tersebut. ” ujar security. Penonton, kyu rin cs, dan seul eun cs berpandangan.

Tiba-tiba tanpa di sangka, 2 orang maju melewati padatnya penonton lain. Saat 2 orang itu lewat, semua mata memandangnya misterius. 2 orang namja yang membawa kertas tersebut dengan PD-nya tersenyum dan berjalan santai ke hadapan security dan 2 tim yang menatap 2 namja tersebut.

“ Mianhae, kami terlambat. Tadi kami berdua masih memikirkan siapa yang harus kami pillih. Dan ini pak security, ini jawaban dan pilihan kami. ” namja berambut blonde tersebut menyodorkan kertas tersebut dengan senyum cool.nya. hyun rin tersentak, mengenali senyum itu. Seketika hyun rin dan kyu rin memanggilnya, “ Super Junior?... ” seketika semuanya menatap 2 namja yang di sebut Super Junior itu.

TBC
Hihihi...lanjut part 2 yah... RCL please... ;)
Mian..panjang yya? Kkkk~ :D *always* bwt piee, yg km mnta tdi lwat sms akan mncul d part 2, ne? jgn ngomel, oke..  *plak




Jumat, 03 Agustus 2012

[FF] Last Chance, Last Love *part 1 of 2*

Annyeonghaseyo yeorobeun... Aku balik lagi nih bawa FF request dari temanku. ^^ dan aku sekedar mencoba membuat cover untuk FanFiction.ku yang pertama kalinya. Dan ini FF EXO pertama yang aku buat, karena biasanya aku membuat FF tentang Super Junior, SHINee, SNSD saja (serta tambahan cast dari BB/GB lain). Okeh, mian yah kalau covernya tidak terlalu bagus. :D (pemula)


Okey, ini FF special untuk My Chagiya yang sedang galau, di karenakan untuk (entah keberapa kalinya) dia mulai selingkuh dari suaminya *tunjuk-tunjuk Heechul* yang kini hatinya mulai terbuka untuk orang lain *peluk chanyeol*plakk.
Okeh, saya ternyata suka banyak bicara yah, sama seperti suami pertama *ngerangkul yeye* => *di bakar clouds hidup-hidup*. Check it out.

PERINGATAN! WAJIB BACA! JANGAN LUPA, DILARANG! WARNING! NOT COPAS, NO BASHING, NO FANWAR! SAYA CINTA DAMAI! BAGI YANG COPAS FF SAYA, SAYA DOAKAN TIDAK SELAMAT DAN TIDAK SUKSES DALAM HIDUPNYA! Tapi, wajib RCL yah. Gomawo. ;)

Author : Lee Ji Ae (marga baru nih)
Genre : Sad Romance, Tragedy, Friendship
Length : Chapter (full version)
PG : 17 aja mungkin
Cast :
-          Niecha Luph Heechul as Park Ha Young
-          Park Chan Yeol (EXO-K)
-          Lee Hyun Ra (author numpang eksis)
-          Kim Joon Myun aka Suho
-          Tao & Chen (EXO-M)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ha Young pov^
Pagi ini, udara benar-benar terasa sejuk. Ku hirup oksigen sepuasku. Pohon ini, menambah sejuk dan rindang di tempat aku duduk saat ini. Ku pejamkan kedua mataku perlahan. Senyum kecil terlihat jelas di wajahku. Saat ini, aku sedang menikmati waktu luangku di belakang kampus, menunggu mata kuliah jam pertama. Aku sengaja datang pagi-pagi sekali, karena di sini, udaranya begitu segar, cahaya matahari juga baik untuk kulit.

Aku sendirian, sahabatku belum datang. Kata-kata itu seakan-akan menjawab pertanyaan siulan burung kecil yang sejak tadi terbang melewatiku.
“ Ha young-ah. Sudah lama menungguku? Mian, aku kesiangan. ” ku buka perlahan mataku. Ku dapati Hyun Ra terengah-engah, mungkin dia berlari. Karena kampus ini luas dan taman ini cukup jauh jika berjalan dari pintu gerbang.

“ Aniyo, gwaenchana. Duduklah disini, kau pasti lelah. Minumlah.” Ku sodorkan sebotol air mineral pada Hyun ra yang langsung mengambil botolku dan meneguk airnya hingga sisa separuh. Kami berdua terdiam beberapa menit sambil menghirup udara segar.
“ Hmm, ha young-ah, sebentar lagi masuk. Kajja, nanti Mr. Choi marah. ” hyun ra menggandeng tanganku dan kami berdua bergegas masuk.
Ha Young pov end^
***

“ Hyun ra, kau pesan makanan apa? Biar ku pesankan. ” Ha young segera beranjak dari tempat duduknya yang segera di cegah oleh hyun ra. “ Biar aku saja yang pesan, ne? Kau tunggu disini saja. ” baru 3 langkah, hyun ra berbalik. “ Seperti biasanya kan? ” ha young mengangguk. Lalu hyun ra segera bergegas untuk memesan makanan.

Tanpa ha young sadari, sepasang mata mengamatinya dari jauh. Dia sedang berdiri di belakang mahasiswa lain yg sedang menganri sambil terus memandang ha young dari jauh. Namja itu mendekat ke arah ha young yang masih terdiam menunggu hyun ra datang. Namja itu berjalan perlahan dan menghampiri ha young setelah dia selesai memesan makanan.

“ Annyeong. Bolehkah aku..duduk di sini ? Karena tempat lain sudah penuh. ” akhirnya namja jangkung berambut coklat dan bergelombang itu menyapa Ha young.
“ Aigoo~, chanyeol-ah. Ku pikir kau siapa. Tidak usah menggunakan bahasa sopan begitu. Duduklah, ada sisa 1 kursi di samping Hyun Ra. ” ha young mempersilahkan chanyeol duduk, sedangkan chanyeol hanya bisa nyengir karena berhasil mengerjai sahabatnya.
Tak lama setelah itu, hyun ra datang dan ketiganya mulai mengobrol seru. Sesekali chanyeol mengeluarkan joke-joke lucu yang membuat kedua yeoja di hadapannya tertawa lepas.

“ Hmm, chanie-ah, sabtu besok kau ada waktu? Kita kumpul-kumpul lagi seperti dulu. Sudah lama tidak ngobrol seperti ini. Bisakah? Jeball... ” hyun ra mulai lagi dengan sifat manjanya pada chanyeol, tidak masalah. Toh, dia selalu menerima tawaran hyun ra, dan tak pernah menolak jika dia yang meminta.
“ Hmm, hyun ra benar. Ayo kita kumpul-kumpul lagi, di rumah hyun ra. Bisa kan? ” ha young menambahkan. Dan ternyata chanyeol tak pernah berubah. Dia selalu menuruti apa kata ha young dan hyun ra, dia mengangguk sambil tersenyum. Setelah selesai, mereka bertiga segera bergegas memasuki kelas mereka masing-masing.
***

“ Chanie-ah, kau ada dimana? Hmm, di jalan? Ok, jangan lupa bawa camilan yah. Hehehe...arasso. ” hyun ra segera menutup telponnya dan bergegas ke ruang tamu, dan menunggu kedatangan chanyeol dan ha young.

Tinn..tin..

Segera hyun ra bergegas membuka pagar rumahnya dan mempersilahkan chanyeol dan ha young masuk.
“ Aku bawa beberapa camilan. Hehehe, rata-rata chanyeol yang memilihnya. ” ujar ha young seraya membuka jaket dan meletakkan tasnya, disusul chanyeol di belakangnya tanpa melepaskan jaket. “ Hehehe, chanie kan selalu begitu. Kajja, kita ke taman belakang saja. ” dan mereka pun berlalu.
. . .

“ Hmm, chanie, kapan band.mu akan tampil ? aku dan ha young ingin sekali menonton aksi bandmu di kampus. Benar kan, ha young-ah? ” ha young yang di ajak bicara hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum.

“ Hmm, minggu depan mungkin kalau tidak salah, bandku akan tampil di cafe dekat kampus. Kami di undang untuk memeriahkan ulang tahun cafe yang ke 4. Kalau kau mau datang, nanti aku akan izin pada manajer disana. ” sambil terus memakan kacang kulit, chanyeol sesekali melirik ekspresi ha young yang sedikit berbeda malam ini. Tanpa disadari hyun ra, wajah ha young sedikit memucat.
“ Ha young, kau kenapa? Gwaenchana? Kau sakit? ” deg! Tak disangka, chanyeol membaca ekspresinya yang sejak berangkat sampai sekarang tampak aneh dan berbeda. Ha young seketika menatap chanyeol kaget.

“ Ah, aniyo. Nae..gwaenchana. Aku mungkin sedikit lelah. ” ha young berusaha menghindari tatapan tajam chanyeol. “ Kau mau istirahat di kamarku, young~ah? Atau ku ambilkan kau air hangat? ” ha young hanya mengangguk.
“ Ambilkan aku air hangat saja. Maaf, merepotkanmu. ” segera hyun ra bergegas menuju ke dapur dan membuatkan air hangat untuk ha young.

Saat hyun ra sedang berada di dapur, chanyeol kembali memperhatikan wajah ha young. Di amatinya baik-baik wajah lelahnya, sedikit pucat. Karena cemas, chanyeol refleks menyentuh kening ha young.
Untuk sesaat, keduanya bertatapan. Deg! Deg! Deg! Deg! Sudah lama ha young tak merasakan debaran ini lagi. Sejak Chanyeol memutuskan pindah sekolah dan meninggalkan ha young dan hyun ra, jarang sekali ha young dekat dengan namja lain.

Sosok chanyeol yang di rindukannya selama 3 tahun pergi, terbayar sudah sejak dia kembali lagi dengan sosok yang tidak berubah, tetap menjadi dirinya sendiri,..tetap menyenangkan.
Sesaat keduanya tersadar, tampak semburat merah di pipi keduanya. Mungkin chanyeol tak menyadari, bahwa sejak dulu, ha young menyukainya. Tapi, dulu ha young masih belum mengerti arti menyukai. Jadi, berkalli-kali ha young tepis perasaan itu, dan hanya menganggap angin lalu.
‘ Ingat, chanyeol adalah sahabatku, tidak lebih. ’ ujar ha young yang mewanti-wanti dirinya sendiri.

Lalu di tatapnya lagi chanyeol yang bangkit dan mengulurkan tangannya. “ Lebih baik, kita duduk di gazebo itu saja. Rumputnya dingin. ” di raihnya uluran tangan chanyeol dan dengan lembut di tariknya tubuh ha young yang sedikit lemas.
Sesampainya di gazebo, ha young memeluk kakinya. Udara malam ini mulai semakin dingin, ha young menyesal telah melepas jaketnya tadi. Tanpa ha young sadari, chanyeol melepaskan jaketnya dan di sampirkannya di pundak ha young. Ha young terkejut dan menatap chanyeol yang tengah tersenyum lembut ke arahnya.

“ Aku tahu kau kedinginan. Tak usah menolak, kau mau aku di pukul oppamu karena tidak menjaga adiknya ini dengan baik? Dasar, tak usah menatapku seperti itu. ” tampak chanyeol gugup dan membuang mukanya dan menatap ke arah lain sambil mengerucutkan bibirnya.
Ha young tersenyum menatap chanyeol. ‘ Ada apa dengan bocah ini? Baik sekali...’ pikir ha young sambil tetap menatap chanyeol yang masih cemberut menahan kecanggungan malam ini. Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengamati mereka dari jauh.
“ Ah, hyun ra. Kau lama sekali... apa yang kau lakukan di dalam? Tidur, eoh? ” suara berat chanyeol mulai mengomel saat mendapati hyun ra berjalan perlahan ke arah gazebo membawa 3 cangkir coklat hangat sambil tersenyum kecil.

“ Aishh, aku membuat coklat hangat. Makanya aku lama. Berhubung udaranya dingin, jadi ku putuskan untuk membuat ini. ” di letakkannya 3 cangkir tersebut di atas gazebo
“ Hahaha..ternyata kau masih tetap pintar ya? Tak ku sangka...” chanyeol menyentuh kepala hyun ra dan mengacak-acak rambutnya dengan memasang wajah gemas. Hyun ra yang merasa terganggu, langsung memukul lengan chanyeol dan menggembungkan pipinya.

“ Ya! Kau pikir selama ini aku bodoh? Dasar..jangan acak-acak rambutku. ” hyun ra membalas mengacak-acak rambut chanyeol yang sedikit keriting itu. Dan secara bersamaan, keduanya menjulurkan lidahnya. “ Weeeekkkk....” dan keduanya langsung tertawa bersama.
Merasa terasingkan, ha young hanya bisa tersenyum melihat kedua sahabatnya bercanda. Sangat berbeda.. Sikap chanyeol berbeda jika bersama dengan hyun ra dari pada dengan ha young. Tiap dengan ha young, selalu terasa canggung, padahal mereka berdua sudah bersahabat sejak lama. Sedangkan dengan hyun ra, keduanya selalu berantem kecil dan saling mengejek, lalu di akhri dengan tawa lepas.

Selanjutnya, ketiganya pun bercanda dan saling menceritakan pengalaman masing-masing. Sampai jam menunjukkan pukul 10 malam, chanyeol dan ha young pamit pulang.
“ Ha young~ah, josimaeyo (hati-hati). ” ha young hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya. “ Kamsahamnida untuk malam ini, hyun ra. Sampai ketemu di kampus. ” ha young melambaikan tangannya dan di balas pula dengan hyun ra.

“ Ya! Kau hanya mengatakan hati-hati pada ha young saja? Kau melupakan aku, ya? Kan aku yang menyetir mobil. Dasar.. ” chanyeol tampak semakin mengomel saat dilihatnya hyun ra tertawa dan ‘mehrong’ lagi. (?)
“ Hyun ra, kau tak mau menitip salam lagi pada oppa? Dia ada di rumah sekarang. ” ha young tau, oppanya pasti senang jika hyun ra menitipkan salam untuknya. Dan hyun ra mengangguk tanda dia setuju.

Di perjalanan pulang pun, keduanya masih terdiam. Chanyeol yang tetap fokus memperhatikan jalanan kota seoul yang masih ramai karena mengingat malam ini adalah malam minggu. Saat sampai di depan rumah ha young pun, keduanya masih tetap diam. Ha young hanya menunduk dan mengucapkan terima kasih. Chanyeol pun begitu, semakin gugup karena ada namja yang memperhatikan gerak geriknya.
“ Oppa? Apa yang opa lakukan di luar? Di luar dingin.” di lihatnya oppanya menunggu di dekat pintu masuk sambil melipat kedua tangannya di dada dengan ekspresi yang sulit di tebak. Saat chanyeol sudah jauh, barulah yang di ajak berbicara bergerak masuk ke dalam rumah.

“ Suho oppa... waeyo? ” suho yang berdiri membelakangi ha young pun berbalik. “ Dari mana saja kau ? Kau berkencan? Kalau tidak, mana hyun ra? Kenapa aku tak melihatnya? Biasanya kan kau bersama hyun ra. Kenapa kau pergi dengan namja tadi? ” ha young tau jika suho begitu protektif terhadapnya hingga menanyakan hal-hal sedetail itu. Ha young hendak menjawab, tapi langsung di putus begitu saja oleh suho.

“ Jangan di jawab sekarang. Oppa tau kau lelah, tidurlah. Oppa tunggu penjelasanmu besok pagi. Arasso? Naiklah.. ” ha young tau jika oppanya ini tak suka berdebat, apalagi sudah malam begini. Suho pun pergi menuju kamarnya. Seketika ha young ingat sesuatu. “ Oppa, hyun ra menitip salam padamu tadi. ” tanpa suho menoleh, dia tersenyum kecil tanpa sepengetahuan yeodongsaengnya itu dan terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai 2.

***

“ Hmm, kenapa perasaan ini timbul lagi? Bukankah aku sudah melupakan perasaan itu? Tapi kenapa ada lagi? ” ha young yang hendak tidur mulai memikirkan chanyeol. Pikirannya malam ini penuh dengan chanyeol, tanpa perlu di komando.

“ Tatapan matanya semakin menghangat. Apa mungkin dia menyukaiku? Aishh, mana mungkin. Tapi, kenapa sikapnya berbeda saat bersama hyun ra? Atau, chanyeol menyukai hyun ra? Aisshh, ada apa ini. Kenapa aku selalu berpikiran begitu tiap kali melihat mereka berdua? Apakah ini artinya aku...cemburu? pabo, itu tidak mungkin. ” ha young mulai menutup matanya, mencoba untuk tidur. 
Gagal.

“ Aishh, tidak bisa tidur. ” dicobanya lagi, gagal lagi. Di putuskannya untuk menulis diary agar cepat mengantuk. Setelah 1 lembar diarynya penuh dengan tulisan tangannya, akhirnya ha young mulai mengantuk.

Sebelum tidur, di sempatkannya menatap foto chanyeol, hyun ra dan dirinya di frame foto di meja dekat kasurnya. Tampak wajah polos chanyeol saat itu menatap ke arah kamera, sedang merangkulku dan hyun ra. Saat itu mereka masih duduk d kelas 2 SMA, foto sebelum chanyeol pergi meninggalkannya. Lambat laun, mata ha youg mulai terpejam. Rasa kantuk mulai menyerang, dan akhirnya ha young tertidur pulas.

***

“ Chanyeol...! ” hyun ra memanggil chanyeol di koridor kampus, yang pada saat itu chanyeol sedang berjalan dengan kedua temannya. Siapa lagi kalau bukan Tao si ‘ Sharp Eyes ’(author ngarang) dan Chen si ‘ Soft Eyes ’ (author ngarang lagi).

Chanyeol segera memutar badannya dan menghadap hyun ra yang tengah terengah-engah sehabis berlari di susul kedua temannya yang juga menatap hyun ra bingung. Chanyeol mengerutkan dahinya sambil tetap menatap hyun ra yang berusaha menarik nafas.
“ Ha young . . . Ha young masuk rumah sakit. Kau mau ikut aku kesana? ” seketika chanyeol menarik lengan hyun ra dan berlari menuju parkiran. Tao dan chen yang sempat bingung, langsung mengikuti chanyeol dan hyun ra. Ke-4 nya bergegas menuju rumah sakit tempat ha young di rawat.
. . .

Secepat kilat hyun ra langsung menemukan Suho sedang duduk melamun di depan ruang UGD. Di hampirinya suho dan di tepuknya pundak Suho lembut.

“ Oppa..bagaimana keadaan ha young? Ha young baik-baik saja kan? ” suho menengadahkan kepalanya dan menatap hyun ra lesu. Wajah suho tampak pucat dan setitik air di sudut matanya mulai jatuh. Tanpa di sadari, suho berdiri dan langsung memeluk Hyun ra. Hyun ra sempat membeku dan terpaku mendengar suho menangis di pelukan hyun ra. Hyun ra pun membalas pelukan suho iba.
Chanyeol yang melihat pemandangan di hadapannya itu sempat sedikit merasa sakit, terbesit pikiran negatif tentang keadaan ha young. Tapi chanyeol tak berani untuk menanyakannya, mengingat ekspresi tatapan suho malam itu.

“ Hyun ra~ah....nae..mianhae..aku bukan oppa yang baik.. Aku bukan oppa yang becus menjaga adik.. Mianhae...hiks.. ” hyun ra masih terpaku, baru kali ini mendengar dan melihat suho menangis. Di husapnya punggung suho yang bergetar, berusaha menenangkannya. Lalu pelukannya terlepas dan di tatapnya mata suho.

“ Oppa itu oppa yang baik untuk ha young. Percayalah, mungkin oppa sedikit lengah. Uljima oppa.. Hmm, lebih baik sekarang kita menunggu dokternya keluar. ” hyun ra mencoba tersenyum menghibur suho, dan tanpa hyun ra sadari. . . .semakin sering hyun ra memberikan senyuman seperti itu, suho semakin terikat hatinya oleh yeoja di hadapannya.
“ Hmm..mianhae, aku ingin bertanya. Apa separah itu luka di kepala ha young? ” seketika suho dan hyun ra menatap chanyeol saat namja itu mencoba bertanya.

~flash back~
Ha young pov

“ Ha youngiee...ireonnaaaa...ppali, nanti kau terlambat. ” ku dengar oppa berteriak memanggilku dari lantai bawah. Ku buka mataku perlahan, berat. Kepalaku serasa berdenyut...sakit. ku coba bangun dari kasur, pandanganku buram, kepalaku semakin berdenyut. Ya tuhan, ada apa ini?
Ku langkahkan kakiku menuju pintu, bergegas meraih gagang pintu. Saat sampai di depan pintu, pandanganku semakin kabur, mulai gelap perlahan, ku lihat samar-samar ada tangga. Tubuhku lemas, dan semuanya serba gelap. Terakhir kali yang ku dengar adalah jeritan oppa memanggil namaku.
Ha young pov end

~flash back end~

“ Entahlah, aku masih belum tau luka di kepala ha young separah apa. Yang ku tau, kepalanya terluka. Waktu ku temukan, ha young sudah tergeletak di dekat tangga dengan darah mengucur di pelipis dan telinganya. Aku benar-benar panik tadi pagi, aku kalut, aku hanya bisa berteriak dan mengguncang-guncang tubuh ha young. Lalu, segera ku hubungi ambulans dan terlintas di kepalaku, aku...segera menelpon... ” diliriknya hyun ra sekilas, yang membuat chanyeol, tao dan chen mengerti tanpa di jelaskan.

“ Jadi, sekarang ini, ha young sedang di operasi? ” chanyeol semakin khawatir dan penasaran. Suho hanya mengangguk. “ Entahlah, mungkin di jahit, aku tidak tau pasti..” saat itu juga dokter yang menangani Ha young keluar ruangan UGD.
Segera Suho, Chanyeol dan Hyun Ra bangkit dan menghampiri sang dokter. Suho tampak semakin pucat saat sang dokter meminta suho untuk keruangannya.

Firasat suho semakin tidak karuan (?) saat mendengar penjelasan dokter. Suho berusaha meminta bantuan dokter, tapi hanya waktulah yang akan menjawabnya. Suho keluar dari ruangan dokter dengan wajah yang lebih lesu lagi. Tapi saat di depan orang lain, suho berusaha terlihat baik-baik saja.
“ Syukurlah, ha young baik-baik saja. Untung tidak sampai luka dalam, itu kan bahaya. ” chen mulai buka suara yang sejak tadi hanya bisa diam karena tak tahu harus berbuat apa.

Chen menatap tao yang sejak tadi tak mengeluarkan suara, hanya sesekali mengutak atik hpnya. Chen tahu, ekspresi tao tidak bisa terbaca meski dalam keadaan genting sekalipun. Chen berpikir, tao hanya memiliki satu ekspresi yang bisa terlihat diwajahnya. Dingin dan tajam. Tapi chen mengerti jika sikap tao seperti itu.
“ Oppa, bagaimana jika kita sekarang ke kamar ha young? Aku ingin melihat keadaannya.. ” di liriknya 3 namja yang datang bersamanya menunggu jawaban suho. Lalu diliriknya suho, suho tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya.
. . . .

“ Aigoo~, nae chagiya sudah sadar.. Annyeong, ha youngie.. Bagaimana keadaanmu, hmm? ” hyun ra meletakkan sekeranjang buah segar yang sempat ia beli tadi bersama dengan chanyeol. Ha young yang di sapa riang hanya tersenyum tipis menatap 4 namja dan 1 yeoja yang menemaninya.

“ Aku? Lumayan baik.. ” sekilas ha young menatap chanyeol yang tampak tersenyum lega menatapnya.
“ Ku bawakan kau buah, satu keranjang penuh. Tadi chanie yang mengusulkannya. ” tampak chanyeol tak melepaskan pandangannya pada ha young.

“ Hmm, gomawo hyun ra~ah, chanie~ah. Ah, ada tao dan chen rupanya. Annyeong..gomawo sudah datang menjenguk. ” ha young menatap sosok chen, chen tersenyum tulus. Lalu pandangannya berpindah pada tao, ada tatapan tajam di matanya, meskipun bersikeras tao mencoba tersenyum, tetap saja ekspresinya tak berubah.

“ Ha youngie, kau tak mau berterima kasih pada oppamu ini? Hmm? Tega sekali dirimu. ” ha young tahu, oppa kesayangannya ini akan mulai merajuk jika ha young abaikan.
“ Hehe..mianhae, oppa. Gomawo. ” di elusnya puncak kepala ha young oleh suho. Setelah itu, ha young dan yang lainnya mulai mengobrol dengan suho, hyun ra, chanyeol, chen, tanpa tao. Kenapa? Kalian pasti sudah tahu, di mata 4 temannya, tao sosok pendiam dan misterius, cukup sulit berbicara dengannya.

Ha young memperhatikan hyun ra dan chanyeol yang mulai lagi bercanda dan saling ejek. Saling menjitak, ‘mehrong’ (?), saling pukul. Sedikit terbesit perasaan cemburu, tapi di usirnya perasaan itu jauh-jauh. Lalu diliriknya suho, benar dugaannya. Oppanya itu merasa risih dan . . . .cemburu melihat hyun ra dan chayeol bercanda.

~flash back~
“ Chanie, apa kau terpikir untuk membelikan ha young sesuatu? ” seketika yang di ajak bicara pun menoleh dan langsung tersenyum. Chanyeol menarik tangan hyun ra dan bergegas pergi ke supermarket terdekat.

Suho yang ingin mencegah, membatalkan niatnya karena saat ini yang terpenting adalah keadaan yeodongsaengnya yang sedang sakit. Tao yang membaca ekspresi suho, mengerti, dan memunculkan smirk-nya.
. . .

“ Hmm, hyun ra, buah apa yang paling disukai ha young? Kau ingat? ” diliriknya hyun ra yang sempat berpikir sejenak.
“ Aku lupa. Mungkin apel atau anggur atau jeruk? ” refleks chanyeol menjitak kepala hyun ra.
“ Kau ini bagaimana? Sahabatnya sendiri tidak tahu. Pabo, payah. ” seketika hyun ra cemberut dan menggembungkan pipinya yang sudah sangat tembam itu. Refleks lagi, chanyeol mencubit pipi hyun ra.

“ Tidak usah seperti itu..!! sudah jelek, masih di gembungkan begitu. Tidak pantas. ” chanyeol semakin mearik-narik pipi hyun ra gemas sambil sedikit tertawa evil.
“ Ya!! Sakit...lepas.. ” setelah membeli buah, keduanya bergegas kembali ke rumah sakit.

~flash back end~

“ Oppa, kata dokter, apa kepalaku baik-baik saja setelah aku terjatuh dari tangga? ” suho yang di tanya pun hanya menghela nafas dan tersenyum kelu.
“ Hanya luka sobek di pelipis dan di dekat telingamu ini. Tak perlu khawatir. ” ha young hanya bisa bernafas lega. Suho sesungguhnya harus mati-matian berbohong, tidak ingin adik kesayangannya ini tau.

“ Oppa, kenapa oppa lesu begitu? Oppa sakit? ” seketika suho menggeleng cepat, ‘ Seharusnya aku yang lebih mengkhawatirkanmu, ha young~ah.’ Kata suho dalam hati sambil menahan kesedihan di wajahnya.
Saat itu, hyun ra, chanyeol, tao dan chen sudah pulang. Jadi, keduanya bebas ingin berbicara apa. Termasuk tragedi jatuhnya ha young dari lantai 2. Tapi suho tetap merahasiakan sesuatu dari ha young yang tidak bisa di ungkapkan.

. . .  after 4 days . . .
Ha young sudah keluar dari rumah sakit setelah tragedi jatuh, ha young langsung mencari hyun ra di kelasnya, nihil. Segera ha young ke kantin. Di lihatnya hyun ra sedang mengobrol dengan chanyeol sambil sesekali eminum milk shakenya. Deg! Terbesit rasa kecewa dan sakit di dadanya. ‘ Kau kenapa, ha young ah? Kenapa hanya melihat mereka berdua begitu, dadamu jadi sesak begini? ’ ha young mulai bertanya pada dirinya sendiri.

Sebenarnya tidak masalah jika chanyeol dan hyun ra terlalu dekat seperti itu, mereka berdua kan sahabat. Toh selama dia di rumah sakit, chanyeol selalu menjenguknya tanpa absen. Di dekatinya chanyeol dan hyun ra. Betapa terkejutnya chanyeol dan hyun ra melihat sahabatnya mulai masuk kuliah lagi tanpa memberi tahu keduanya.

“ Aigoo~, kenapa kau tak bilang, ha young~ah jika masuk? Kalau kau bilang kan aku bisa menjemputmu. ” ha young hanya bisa menggelengkan kepala dan mengucapkan kata surprise terhadap keduanya.

“ Kau mau minum? ” dengan suara beratnya, chanyeol menawarkan air minumnya pada ha young yang kemudian di tolak secara halus. Kemudian ketiganya mengobrol sampai pada akhirnya chanyeol berpamitan terlebih dahulu. Saat chanyeol sudah menghilang, ha young selamanya tidak akan pernah melupakan apa yang di katakan sahabatnya itu yang tampak berbunga-bunga.

“ Ha young~ah...kau tahu? Tampaknya aku mulai menyukai namja itu. Park chanyeol. Maukah kau membantuku, ha young~ah. ” sambil seraya tersenyum malu, hyun ra menggenggam dan memohon pada Ha young. Demi tuhan, ingin rasanya ha young pergi dari hadapan hyun ra dan melupakan apa yang baru saja sahabatnya katakan.

TBC
Panjang amat yah? Kkkk~
Lanjut next part yah...part terakhir yg mungkin pnjangnya akan sama seperti ini. Hihihi... *di tabok nchul*. Mian jika kurang seru dan greget y nchul. hohoho