Oke oke, lama sekali aku tidak menulis di blog ini, dan blog ini terbengkalai dan juga sepi. Kabar ini mungkin tidak asing lagi. Yup, SNSD/Girls' Generation COME BACK dengan theme yang FULL COLOURS di album ke-4 mereka " I GOT A BOY ". WOW!! AMAZING!! Gimana enggak amazing, coba? Merak bertransformasi menjadi gadis-gadis dewasa yang nakal dan 'berani'. >.<"
Dan itu sukses membuat para SONE histeris dan BAHAGIA. Bagaimana tidak bahagia, SNSD di tahun 2012 hanya mengeluarkan album Jepang, dan tidak masuk dalam nominasi MAMA 2012 in Hongkong, dan itu sudah pasti, dan hanya TTS yang masuk nominasi. Dan menjelang puncak akhir tahun 2012, SMEntertainment memasang teaser pertama mereka di Youtube yang dalam berbentuk penggalan drama, di tambah lagi dengan MV Dancing Queen. Aigoo~ daebak. Berasa kembali ke Gee. :D (dan memang konsepnya begitu)
Dan saat berada di puncaknya, di awal tahun 2013 ini, akhirnya rilis juga MV I GOT A BOY!! Ayo GG!! Sempet terkejut juga awalnya. Terus, awalnya juga, setelah mendengarkan full MV dan lagunya, sempet merasa sedikit strange gitu, asing dengan konsep lagunya, percampuran abis. Tapi, setelah di dengerin berkali-kali, gila ajah, nagih. :D Bahagia, jadi joget-joget sendiri.
Tampilkan postingan dengan label Sunny. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunny. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Januari 2013
Rabu, 09 Mei 2012
Love Honesty part 6 of ...
PERINGATAN!!!
NO COPAS YAAA... HARGAI KARYA SAYA
DAN KERJA KERAS SAYA!! ^_^
Ini adalah hak cipta saya.
Selamat Membaca !! :D
(NB : lama2 ni FF kea novel sajja...
ckckckck)
_______----------________----------_______
Author
: Lee Young-Ri
Cast :
- Im YooNa as Yoona (bisa juga jadi
author)
- Lee Donghae as Donghae
- Kim Jong-woon as Yesung
- Lee Soon-kyu as Sunny
- Kim Tae-yeon as Taeyeon
- Ok Taec-Yeon as Taecyeon
BackSound :
~ Apa ajah yang penting pas sesuai
dengan kondisi hohoho
Genre :
~ Romance, Friendship, funny
(0,01%) *maybe :p
___flash back___
@Pagi
Hari
Mataku terbuka.. tapi ku rasakan di
kakiku berat sekali. Apa ini? Kemudian aku menoleh, sulit sekali. Lalu sesuatu
yg disebelahku mulai bergerak dan akhirnya kakiku bebas. Saat berbalik,
ternyata manusia yg ada disebelahku. Ku intip wajahnya yg sepertinya hendak
berusaha membuka matanya.
Saat bersamaan saling menatap, itu
ternyata....
" Arrggghhhh...." berteriak
bersamaan.
Posisiku tepat berada di atas yeppa,
dan yeppa tepat berada di bawahku. Wajah kami cukup dekat, dan segera aku menjauhi
oppa.
“ Kyaaa…!! Oppa kenapa disini?? Ini
kamarku!! Kenapa oppa tidur di kamarku?? Aigooo…oppa…kau..hmmpp…” mulutku di
tutup oleh bantal heart blue kesayanganku.
“ Ssssttt…diam. Jangan ramai! Nanti
eommamu tau.” Jawab oppa gusar.
“ Huuaahh..oppa, aku tidak
bisa..bernafas..kalau..seperti ini..” kemudian oppa segera melepas bantal yang
da dimulutku.
“ Jangan rame, Yoong. Nanti aku kena
marah eommamu.” Jawab oppa takut.
“ Salah sendiri ada di kamarku!
Oppa…kau mesum!” segera ku menjauhi oppa, tanpa sadar aku tlah berada dipinggir
kasur, dan hampir jatuh. Dengan sigap oppa menarikku.
“ Aaaarrgh..” aku jatuh dipelukan
oppa. Segera aku bangkit, tapi oppa menahanku. Secara langsung oppa menatapku,
tanpa ku sadari jantungku berkata “Doki..doki..doki..doki..”.
#CEKLEK.. (bunyi
pintu kamar terbuka)
Ku menoleh, ternyata ada.. Haeppa?
Dia melotot melihat keadaanku dengan Yeppa. Ya Tuhan..mampus aku!!! Segera ku
turun dari kasur dan segera menghampiri Haeppa yang hendak turun dan ku tarik
tangannya.
“ Oppa..tunggu! Aku bisa jelaskan
ini oppa! Sebenarnya ini tidak seperti yang kau kira. Aku kaget saat aku
bangun, Yeppa sudah berada di kamarku. Dan…dan aku tidak tau kenapa dia di
kamar…”
“ Biar aku yang menjelaskan! ”
ternyata yeppa sejak tadi di sebelahku.
“ Ini kebiasaanku..berpindah tempat
tidur setiap 20menit sekali. Aku tidak tau kenapa. Jadi tolong jangan salahkan
Yoona atas kejadian ini. Dia tidak tau apa-apa. ” jelas yeppa tenang.
“ Aku tidak butuh penjelasanmu! ”
tegas Haeppa marah dan meninggalkanku yg terpaku.
“ Oppa…oppa dengarkan aku dulu!! ”
aku ingin menangis.
“ Mandilah..kau tidak mau terlambat
sekolah kan? ” perintah Haeppa tanpa menoleh ke arahku dan bergegas pergi.
“ Oppa…” aku tak bisa berkata
apa-apa lagi. Oppa marah, dan ini gara-gara..
“ Yeppaaaaaaaaaa...ini gara-gara
kau! Haeppa marah padaku! Pergilah!! Dasar namja aneh!! ” teriakku sambil masuk
kekamar dan menutup pintu. Aku terduduk di lantai sambil menangis. Yeppa bodoh…
@ At School *canteen*---- Yoona POV
“ Gara-gara kejadian tadi, aku
terlambat. Uuhh…” aku meringkuk diatas meja di kantin.
“ Mwo? Kejadian apa Yoong? ” tanya
Sunny sambil menyeruput minumannya.
“ Yeppa..uhh.. *bugh..bugh..bugh..*
” aku kesal, rasanya ingin membanting dan membelah meja ini jadi dua. *nah loh..karate
“ Mwo? Ada apa dengan Yesung-ssi ? ”
tanya Taeyeon bingung.
“ Dia..tidur di kamarku! Gila kan? ”
aku meminum jusku.
“ MWO?? ” ucap Sunny dan Taeyeon
bersamaan.
“ Uhuk..uhuk..kalian ini, jangan
rame-rame. ” aku tersedak saat meminum jusku.
“ Ah, mian Yoong. Kami benar-benar
kaget. Mian..mian..” Sunny meminta maaf sambil manyun-manyun.
“ Biasanya kan kalian juga seperti
itu, bukan barusan saja.” Sunny dan Taeyeon hanya nyengir-nyegir gila. *apaaaaaa maksudnya coba. (-.-“)
“ Terus..trus..ceritakan pada kami,
Yoong. Kok bisa Yesung-ssi tidur di kamarmu? ” tanya Sunny selidik.
“ Mungkin dia punya penyakit tidur
sambil jalan. ” jawab Taeyeon mengira-ngira.
“ Mungkin juga Yoong. Tanyakan saja.
” kata Sunny mengiyakan pendapat Taeyeon.
“ Aahh..kalian berdua ini sok tau.
Tadi pagi ku dengar oppa punya kebiasaan berpindah tempat tidur setiap 20menit
sekali. ” jelasku yang membuat Sunny melotot tak percaya.
“ Benarkah? Kebiasaan yang aneh.”
seru mereka berdua.
“ Maka dari itu..aku juga heran.
Tapi aku kesal sekali! Sampai-sampai kepergok oleh Haeppa. ” aku langsung lesu
melihat ekspresi haeppa tadi pagi.
“ Mwo?? Benarkah? ” tanya mereka
bersamaan lagi. “ Pasti seru..” Taeyeon membayangkan.
“ Dan menegangkan..” Sunny mengiyakan.
“ Pasti ada adegan berantemnya..” Taeyeon menambahkan.
“ Seperti di tv-tv saja…” Sunny
semakin berbinar-binar membayangkannya.
“ Yaa!! Teruskan saja khayalan
kalian. Aku sedih begini kalian malah begitu. ” ucapku kesal.
“ Kekekeke…mianhae Yoong. Kami tidak
bermaksud begitu. Kami hanya membayangkan ekspresimu tertangkap basah seperti
apa tadi. ” jelas Taeyeon menyesal.
“ Iya..benar yang Taeyeon bilang. ”
ujar Sunny mengiyakan.
“ Kau iniii…ikut-ikut terus. ”
Taeyeon mencubit pipi Sunny yang mengembung karna sambil makan roti. Aku
tertawa melihat ekspresi Sunny…
“ Nanti saja aku ceritakan. Sebentar lagi
masuk. Nanti pelajaran apa? ” tanyaku bergegas beranjak dari kursi.
‘ Nanti sepertinya tidak ada
pelajaran. Karena tadi di kelas sebelah ada guru baru masuk. ” kata Taeyeon
sambil menyeruput minumannya untuk terakhir kalinya..
“ Mwo? Siapa? ” kataku kaget. “
Katanya gurunya ganteng, keren. Kyaaa…aku tak sabar. ” kata Taeyeon
berbinar-binar lalu dahinya langsung di tepuk Sunny.
“ Kau ini, paling tidak tahan
melihat namja tampan. ” ujar Sunny sambil mencubit pipi Taeyeon.
“ Wuaahh..sakit. Sudahlah, ayo
kekelas. ” Taeyeon segera menarik Sunny.
“ Hey…tunggu aku..!! ” aku mengekor
dibelakang mereka berdua.
@ At Class --- Author POV
“ Annyeong haseyo anak-anak.. Hari
ini, kita kedatangan guru spesial sekali. Kalian pasti sudah tau dari kelas
lain tentang dia kan? Baiklah, silahkan masuk Mr. Taecyeon. ” kata ibu Jong
guru bahasa mandarin mereka.*kaga teu
bahasanyee =,=*
Saat sosok Mr. Taecyeon masuk, semua
yeoja yg berada di kelas, terperangah. Sang guru hanya bisa tersenyum dan
memberi hormat pada seluruh isi kelas. “ Annyeong haseyo. Naneun Mr. Taecyeon
imnida. ” kemudian semua yeoja dalam kelas bertepuk tangan sedangkan para namja
hanya cemberut melihat tingkah para yeoja yang kelewat ganjen. *ada yaaa bhasa kea gitu +_+” Yoona
hanya tertawa melihat tingkah dan wajah chingu-chingunya, terutama para namja.
“ Baiklah, selamat belajar semuanya.
Ibu tinggal dulu, karna ada urusan lebih penting. ” sambil mengedipkan mata
pada Mr. Taecyeon. Iissshh…ibu Jong genit sekali, pikir Yoona ngeri. Padahal
suaminya kepala sekolah, dia masih saja suka menggoda guru-guru muda. Aneh
sekali.
Selama pelajaran, para yeoja terus
memperhatikan dengan jelas si Mr. Taecyeon. Mereka memperhatikan pelajarannya
atau gurunya yah? Ckckck…dasar. Yoona dengan fokus memperhatikan pelajaran hari
ini, tapi pikirannya masih di isi dengan sang namjachingunya, Donghae. Yoona
berpikir apakah Haeppa tidak akan pernah memaafkannya? Aaargghhh… Sampai pulang
sekolahpun, Yoona masih tetap murung. Tapi tadi pagi, oppa tetap perhatian
padaku. Marah, iya. Tapi tak terlalu tampak. Pikir Yoona bingung.
@Gerbang Sekolah –Yoona POV
“ Yoooooooooonnnnnnnnggggggg….”
Aaiiisshhh…siapa itu teriak-teriak? Merusak kupingku saja. Langsung sumber
suara itu menghampiri Yoona yang tengah menutup kupingnya.
“ Yooonngg… Mr. Taecyeon tampan
sekaliiii… kyaaaa… aku tak tahan menatapnya. ” jerit Sunny menggebu-gebu sambil
loncat-loncat memeluk Taeyeon.
“ Kyyaaaa…benar Yoong.. Mr. Taecyeon
benar-benar keren!! Aku ingin jadi pacarnyaaa…!! ” kata Taeyeon tak mau kalah.
“ Ahh..jinja? ” tanyaku sok
penasaran padahal dalam hati aku tak sempat memperhatikan Mr. Taecyeon tadi.
“ Ne~ Yoong. Kau sih tadi tidak
memotretnya. Aku dapat 1 fotonya saat dia mengajar tadi. Kyaaa…kereeenn!! ”
jerit Sunny sambil menunjukkan foto dan segera direbut oleh Taeyeon. Dan
terjadilah rebutan foto. Aku hanya menghela nafas melihat tingkah teman-temanku
yang satu ini. Lalu ku lerai keduanya, ku cubit telinganya. Dan mereka
menghentikan keributan lalu segera pulang bersama.
@Cafe Yesung ---Yoona POV
Ternyata batal pulang. Taeyeon
mengajakku ke café milik Yesung. Aaarrgghh..mereka kan tau kalau aku sedang
tidak nyaman dengan oppa. Tapi mau bagaimana lagi mereka memaksa, yaah baiklah.
Ku lihat oppa sedang berjaga di kasir dan melayani pelanggan.
“ Yeppa..apa kabar? ” sapa Sunny
pada oppa yang langsung disambut dengan senyuman hangat. “ Baik..kau sendiri? ”
oppa hanya melihat Sunny, dan dia tidak menyadari keberadaanku. “ Nde~ oppa. Oh
ya, aku pesan coffe milk 1, susunya yg banyak yah. ” Yeppa hanya tersenyum.
“ Aku pesan coffe 1, tapi gulanya
jangan terlalu banyak.” Taeyeon memesan dan oppa hanya tersenyum ramah. Saat
aku maju untuk memesan, oppa tak melihat wajahku sama sekali. “ Mau pesan apa ?
” masih sibuk membuatkan pesanan untuk Sunny dan Taeyeon. “Sama seperti Sunny,
coffe milk, tapi jangan terlalu banyak susu.” lalu oppa melihatku sebentar
dengan pandangan kosong, aku takut melihat matanya. Lalu oppa melanjutkan
pekerjaannya lagi.
Aku duduk menghampiri Sunny dan
Taeyeon yg sedang ribut memandangi foto Mr. Taecyeon. Lalu ku lihat di luar
caffe, seperti Haeppa. Sedang mengobrol dengan siapa?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TBC
Saia ucapkan Gomawo untuk Umma yg
suda membantu saia dalam belajar bahasanya *nah
loh, bahasa apa?tubuh ta? Kekeke author gajebbo +_+
Tulung tinggalkan pesan dan
bantuannya. ;)
![]() |
![]() |
Selasa, 20 Maret 2012
Love Honesty (5 of ...)
PERINGATAN!!!
NO COPAS YAAA... HARGAI KARYA SAYA
DAN KERJA KERAS SAYA!! ^_^
Ini adalah hak cipta saya.
Selamat Membaca !! :D
(NB : lama2 ni FF kea novel sajja...
ckckckck)
_______----------________----------_______
Cast :
- Im YooNa as Yoona (bisa juga jadi
author)
- Lee Donghae as Donghae
- Kim Jong-woon as Yesung
- Lee Soon-kyu as Sunny
- Kim Tae-yeon as Taeyeon
- Ok Taec-Yeon as Taecyeon
- Lee Teuk as Lee Teuk/Teuki (hanya
muncul sementara ^_^)
BackSound :
~ Apa ajah yang penting pas sesuai
dengan kondisi hohoho
Genre :
~ Romance, Friendship *maybe :p
(NB: 17+)
___flash back___
Ku tarik dia perlahan dan kami
berdua berjalan mendekat. " Sekarang.. buka matamu perlahan. Ku hitung
mundur ya? "
" Tiga... "
" Dua... "
" Satu... "
Ku menjauh dari belakang Yoona dan
berdiri tepat di depan Yoona dan sesuatu itu. *haesstt sesuatu =.="
Ku tunggu reaksi Yoona..
….
Dan saat Yoona membuka matanya yang
terpejam....
____________----------Yoona
POV----------______________
Apalagi yang akan oppa berikan?
pikirku bingung sekaligus doki doki *lha..itu bahasa jepang eiuu >.
Lalu ku dengar oppa menghitung
mundur… ku buka perlahan mataku…lagi-lagi tampak menyilaukan.
Kulihat oppa merentangkan tangannya
didepan sebuah.. Jembatan? Tapi jembatan itu telah dihias cantik.. penuh bunga
yang indah dan berwarna warni. Dan tempatnya benar-benar strategis sekali,
dekat dengan pantai. Ku lihat oppa tersenyum senang.
“ Taraaaaaaaaa….. Bagaimana? Bagus
tidak? ” oppa tampak senang dengan apa yg dia berikan untukku. Aku tak bisa
menahan senyum dan tawa, segera aku berlari ke arah oppa dan memeluknya.
Oppa memelukku lalu mengangkatku
(*menggendong mksudnyaa) dan aku di ajak berputar dalam pelukannya. Tawa dan
senyum kami berdua diterpa angin semilir yang menyejukkan. Lalu oppa
menurunkanku dan kami berdua berpandangan sejenak.
Lalu tiba-tiba oppa dan aku tertawa
bersama. “ Gomawo oppa untuk ini semua.. Aku tidak tahu ada apa dan apa yg
terjadi, tapi aku sangat senang sekali. ” aku tersenyum kembali dan ku peluk
oppa lagi. Kemudian kami berjalan kearah jembatan, kulihat ada tulisan “
Jembatan Cinta ”.
Jembatan itu cukup panjang. Oppa
menyuruhku melepaskan sepatuku, agar kami berdua bertelanjang kaki saat
berjalan di atas jembatan. Setelah selesai, oppa menggenggam tanganku dan kami
berdua jalan sambil mengayun-ayunkan tangan kami.
Aku menyentuh semua bunga yang ada
di setiap pagar jembatan tersebut. Angin menerpa bunga-bunga itu, menyebabkan
aroma harum bunga masuk kedalam rongga hidungku. Ku rasakan deburan ombak yang
menerpa karang, suara burung camar lewat di atas kami berdua, suara angin
bertiup menerpa wajahku dan rambutku yg terurai.
Sesampainya di ujung jembatan, aku
dan oppa duduk berdempetan. *haeesstt bahasanee.. -.-“
Ku ayun-ayunkan kakiku yang
menyentuh air, seperti anak kecil. Aku jadi ingin bermain air dengan
oppa…pikirku usil. Ku lirik oppa, ternyata matanya sedang terpejam menikmati
angin sejuk ini.
Backsound mengalun ceria : Navi – I
Can Feel It
Ku turunkan tanganku menyentuh ait,
tak terlalu sulit karna tanganku panjang. *pencuri donk tangan panjang
kekekeke :D*
Setelah ku dapat air, ku percikkan
ke wajah oppa, dan oppa kaget dengan ulahku. Aku tertawa melihat ekspresinya
yang cemberut.
Lalu oppa membalasku, dan air yg dicipratkan
lebih banyak. Sehingga membasahi seragamku, padahal besok di pakai lagi nih
baju…pikirku panik. Tapi tak apalah,nanti aku keringkan dirumah…pikirku cuek.
Lalu ganti ku balas oppa lagi…dan
seterusnya. Kami tertawa bersama, dengan keadaan kami berdua yang basah kuyub
karna bermain air. Kemudian oppa memelukku, akupun memeluk oppa. Kemudian oppa
melepaskan pelukannya dan memintaku tutup mata lagi. Lagi? Tanyaku dalam hati.
Dan ku turuti permintaan oppa.
Backsound mengalun : Yesung –
Waiting for you
Ternyata oppa meletakkan sesuatu di
atas kepalaku. Ku buka mataku, dan kusentuh benda yg ada di atas kepalaku.
Seperti mahkota, tetapi dari akar dan banyak dihiasi bunga. Wajahku terasa
merah padam, oppa romantis sekali.
Oppa segera berdiri, “ Maukah kau
menjadi Ratuku selamanya? ” oppa mengulurkan tangannya padaku. Ku tertunduk
menyembunyikan wajahku yang tampak memerah. Lalu, ku terima jabatan tangan
oppa, dan oppa segera tersenyum lalu menarikku berdiri.
“ Gomawo yeojachinguku…aku janji,
aku tak akan pernah meninggalkanmu, membohongimu, menyakitimu. Saranghaeyo
Yoona…” lalu oppa mendekatkan wajanya yang bersinar karna cahaya matahari sore
dan tangan oppa menyentuh kedua pipiku. Oppa sepertinya akan menciumku,
baiklah…aku tak akan mengulangi kesalahan lagi..pikirku gugup.
Lalu aku mulai memejamkan mataku,
dan oppa menempelkan bibirnya tepat di bibirku. Ya Tuhan… ini ciuman pertamaku.
5 menit dalam keadaan yang sama, oppa masih menciumku. Beginikah rasanya?
Dadaku terasa panas…jantungku berdegup kencang…wajahku pasti memerah semerah
pantat babon >.
Author : Tanpa mereka berdua sadari,
dari kejauhan ada seseorang yang mengamati. Dengan rahang terkatup rapat,
tangan mengepal, dan tatapan wajah sedingin pembunuh. *aaissssssssssshhh…sadis bener
>_< (siapakah diaa??)
Kemudian oppa melepaskan bibirnya
dari bibirku kemudian melihat wajahku yang sepertinya memang merah padam. Lalu
oppa tersenyum dan berkata “ Ayo pulang..sudah sangat sore. Nanti kau di cari
eommamu. ” kemudian oppa menarikku untuk pulang dan akupun pasrah.
Padahal aku ingin berlama-lama
dengan oppa disini..pikirku kecewa. Tapi tak apalah, aku sudah sangat bahagia
hari ini. Aku tersenyum puas.
(dalam perjalanan…)
Aku masih malu menatap oppa…masih
belum mampu menatap wajah oppa…aku gugup dan adegan tadi masih melintas dalam
benakku. Ya Tuhan…degup jantung ini masih kencang. Bisakah engkau tenangkan
saja jantungku? Hufhtt… >.
Dan kurasa oppa menyadari
perubahanku. “ Ada apa Yoona? Kau marah? Ada yg salah denganku? Katakan saja..”
oppa sepertinya bingung dengan sikapku. Lalu ku menoleh dan memandang oppa yg
sedang fokus ke arah jalan. “ Anny oppa (*tulisannya gmn seh? >.Aku tak
marah, justru aku senang. Tak ada yg salah dengan dirimu oppa. J ” aku hanya
bisa tersenyum pada oppa.
“ Baguslah kalau begitu. Oh ya,
bagaimana hubunganmu dengan Yesung? Masih berteman kah? ” mwo? Oppa tau dari
mana kalau aku berteman dengan Yeppa? Apa dia mengintrogasi teman-temanku?
“ Ne, oppa. Masih, dan kami masih
tetap berteman baik. Memangnya ada apa oppa menanyakan Yeppa? ” terdiam selama
5 detik. “ Emm.. tidak. Tidak ada apa-apa. Hanya ingin bertanya saja.
Menurutmu, Yesung orang yang bagaimana ? ” sepertinya oppa mencurigaiku dengan
Yeppa.
“ Yeppa itu orangnya lucu,
misterius, paranoid, baik, jahil, mempunyai jiwa sosial, dan mempunyai aura yg
berbeda. Intinya, Yeppa sudah seperti oppa.ku sendiri. ” jawabku senang. Tanpa
sadar, suasana dalam mobil seperti berbeda.
Segera ku rubah suasana yg tak
nyaman ini, “ Tapi tenang Haeppa, hanya sebatas teman dan seperti keluargaku
sendiri. Dia kan sekarag hanya tinggal berdua dengan Teukippa. Jadi, maklum
saja kalau oppa saat berkunjung ke rumah, ada Yeppa disana. Dia kan pasti bosan
dirumahnya. ” jawabku panjang lebar. Lalu terlintas pemikiran, aku merindukan
Yeppa. Lama tak melihatnya berkunjung kerumah. Hmm… pasti sedang sibuk dengan
cafenya.
“ Owh, begitu. Baiklah, tenang saja.
Aku tidak mencurigaimu, my deer. Hehehe… Nah, sudah sampai. ” oppa tertawa,
tapi seperti dipaksakan.
Kemudian kulihat didepan rumahku ada
sepeda motor, seperti punya Teukieppa. Kebetulan, aku ingin bertanya tentang
Yeppa. Lalu aku buru-buru turun, tapi sebelum membuka pintu mobil ku ucapkan
terima kasih pada oppa dan mencium pipinya. Dia tersenyum, mungkin oppa
berpikir aku sudah mulai berani menciumnya. Kemudian aku keluar dari mobil.
Sesampainya didalam rumah, ternyata
ada Teukieppa berdiri tertawa dengan eommaku. Tak terlihat Yeppa sama sekali. “
Annyeonghaseyo Teukieppa… ” slalu saja ingin tertawa jika melihat oppaku yang
satu ini.
“ Hey..Yoong. Bagaimana kabarmu?
Lama tak bertemu, tapi kau makin cantik saja. ” ucap oppa sambil merangkulku. “
Baik, oppa. Gomawo, aku kan memang cantik dari dulu. Hehehehehehe… ”
“ Ahaha…kau ini. Hey,, dari mana
saja kau? Aku dan Yesung mencarimu dari tadi. Hanya saja, Yesung sedang keluar
sekarang. Dia bawa motor sendiri. ” mwo? Ada Yeppa juga tadi? Tumben tak
mengirim pesan padaku kalau ingin bertemu.
“ Yaa!! Aku tadi baru pulang dari
sekolah, lalu… ” belum selesai menjelaskan, seseorang memotong pembicaraanku. “
Di jemput Donghae. Benarkan ? ” ku menoleh ke belakangku. Ternyata Yeppa, sejak
kapan Yeppa di belakangku? Oppa ini benar-benar misterius, benar-benar
membuatku takut.
“ Ah, oppa. Sejak kapan oppa ada di
belakangku? Bikin kaget saja. ” ku berputar arah dan mengacak-acak rambut oppa
yang memang sudah berantakan. *tapi keren hehehe lol
“ Sejak tadi, Yoong. Kau saja tak
menyadari kehadiranku. ” oppa berkata ketus. Mwo? Ada apa dengan oppa? Tak
biasanya oppa seperti ini? Sensi banget…jadi takut. “ Kenapa dengan bajumu?
Basah kuyup seperti habis kehujanan. Dari mana kau dengan Donghae ? ” oppa
mengintrogasiku.
“ Oppa..! kenapa kau ketus begitu?
Ada yang salah denganku? ” oppa masih menatapku tajam. Ada apa dengan oppa? “
Hey..hey..hey..santailah anak-anak. Duduklah…dan minum saja dulu. ” eomma
menenangkan suasana.
Kemudian suasana oppa mencair dan
kembali seperti semula, “ Ah, baiklah. Ayo, Teukie, duduklah. Aku lelah. ” mwo?
Oppa aneh sekali. Hufh…ada apa dengan dunia ini? Dan hari ini. “ Baiklah, aku
ke atas dulu, ganti baju. Setelah itu aku kembali. ” lalu dengan gesit,
Teukieppa berdiri dari tempat duduknya. “ Bolehkah aku ikut? ” dengan senyum
yang seperti….aiissshh..tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Segera Yeppa menjitak
kepala Teukieppa dengan tangannya.
" Aww..aiissshh..sakit.
Aku hanya bercanda! " lalu yeppa dan teukieppa saling jotos-jotosan. Dari
kamar masih ku dengar tawa mereka berdua. Dan sampai larut malam, aku, Yeppa,
Teukieppa masih asyik bercanda dan mengobrol. Meskipun aku tau kalau Yeppa
memperhatikanku dari tadi.
Ternyata tujuan mereka berdua adalah
numpang makan dan tidur. Aiiissshh...dasar. Mereka kan sudah sama-sama punya
pekerjaan dan penghasilan sendiri-sendiri. Wae mesti numpang makan? Aiisshh..
ada-ada saja.
@Di kamar
Saat hendak tidur, aku masih
memikirkan kejadian tadi sore. Hufht..bogoshipo oppa. Aku takut jika mimpi itu
lagi..
Lalu akhirnya mataku terpejam.
Author : tanpa Yoong sadari, ada
seseorang yg masuk ke kamarnya.
*Hayooo..sapa yaaa ^0^
@Pagi Hari
Mataku terbuka.. tapi ku rasakan di
kakiku berat sekali. Apa ini?
Kemudian aku menoleh, sulit sekali.
Lalu sesuatu yg disebelahku mulai bergerak dan akhirnya kakiku bebas. Saat
berputar, ternyata manusia yg ada disebelahku. Ku intip wajahnya yg sepertinya
hendak berudaha membuka matanya.
Saat bersamaan saling menatap, itu
ternyata....
" Arrggghhhh...."
" Arrggghhhh...."
berteriak bersamaan.
________________________________________________________------------------------------------------------------------------------_____________________________________________________________
TBC
Hahahaha...senengnyaaa bikin org
pnasaran. Ckckckck
Mian semuanya bwt salah2 kata..
Keanya firasatku ni Part
banyak...kekekeke
Gomawo udah mw bca..
Tinggalkan pesan anda..hehehe
Love Honesty (4 of ...)
PERINGATAN!!!
NO COPAS YAAA... HARGAI KARYA SAYA
DAN KERJA KERAS SAYA!! ^_^
Ini adalah hak cipta saya.
Selamat Membaca !! :D
_______----------________----------_______
Cast :
- Im YooNa as Yoona (bisa juga jadi
author)
- Kim Jong-woon as Yesung
- Lee Donghae as Donghae
- Kim Tae-yeon as Taeyeon
- Lee Soon-kyu as Sunny
- Ok Taec-Yeon as Taecyeon
BackSound :
~ Apa ajah yang penting pas sesuai
dengan kondisi hohoho
Genre :
~ Romance, Friendship *maybe :p
__________---------------YOONA POV-------------------____________
Ku lihat Donghae meninggalkanku
sendiri di sebuah tempat.
Lalu setelah kepergiannya, ku merasa
penasaran dan segera mengikuti Donghae. Tak lama setelah itu, ku lihat
Donghae duduk di dalam sebuah
restauran. Seperti menunggu seseorang. Siapa?
Lalu tiba-tiba seseorang yang di
tunggunya datang dan menghampirinya. Seorang yeoja yang sepertinya pernah aku
lihat dan tidak asing. Tapi siapa dan dimana aku pernah melihatnya?
Samar-samar ku mengingat wajahnya,
seperti Taeyon. Tapi, apa hubungan Taeyon dengan oppa?
Lalu saat aku mulai kembali melihat
mereka, terlihat mereka sedang mengobrol dengan asyiknya. Tampak sangat akrab
sekali, seperti sepasang kekasih.
Lalu ku perhatikan lagi lebih lama,
mereka memesan minuman kepada seorang weitress (*bner g tulisannya? =.=”)
dan kulihat oppa menggenggam kedua tangan Taeyon. Apa artinya ini? Kemudian ku
perhatikan lagi apa yang mereka berdua lakukan di belakangku, dan …… ya Tuhan,
oppa mencium puncak tangan Taeyon.
Dadaku terasa panas sekali melihat
ini, sakit, perih. Apa aku cemburu? Aaahh… apa benar yang aku lihat ini? Ini
pasti bohong…
Lalu si weitress datang dan membawa…
1 gelas minuman saja? Dan 2 sedotan? 1 gelas berdua? Ini keterlaluan, aku tidak
pernah seperti itu dengan oppa. Aku cemburu berat… >.< “
Oppaaaa… rasanya aku ingin melempar
sepatuku kearah mereka berdua. Wae? Wae? Kenapa oppa bersama dengan sahabatku
di tempat seperti ini? Berduaan dengan mesranya seperti itu… aku tidak terima!
(BackSound mengalun : Shin Jae –
Tears are falling)
Tanpa sadar air matakupun menetes.
Ku lirik lagi, mereka semakin mesra saja. Semakin sakit juga ku rasakan,
semakin panas dan perih.
Lalu ku rasakan ada yang menyentuh
pundak kananku, segera ku menoleh. Yepa? Oppa yesung sedang apa disini?
Pertanyaan yang ada di otakku tak segera ku ucapkan. Ku lihat tatapan oppa
kepada seorang yeoja dan namja yang sedang bermesraan di dalam restauran
terlihat tajam dan sinis. Baru kali ini aku melihat tatapan oppa seserius ini,
tidak biasanya.
Aku bingung. Lalu yepa berbisik
ketelingaku, “ Trust me..” hanya itu yang oppa ucapkan.
Lalu, yang lebih terkejut lagi, ada
tangan lain yang menyentuh pundak kiriku. Haepa? Lho, bukankah haepa tadi duduk
di sana? Kenapa bisa ada di sini?
Lalu ku tatap matanya, haepa tampak
serius menatapku. Tatapan yang tidak seperti biasanya. Lalu haepa berbisik di
telingaku, “ Just trust me..”.
Mwo? Mwo? Apa maksud semua ini? Aku
tidak mengerti..sama sekali.
Donghae dan Taeyon, andwee…andwee…
Ini pasti bohong. “Bohoooooooooonnngggg….” Aku berteriak sampai menutup
telingaku dan duduk di lantai.
Lalu ku lirik haeppa dan yeppa,
mereka berdua telah berdiri berhadap-hadapan di depanku, dengan kedua mata yang
saling bertatap-tatapan tajam dan serius.
Apa ini? Apalagi ini?
Uuuuuuurrrrgghhh…
…
…
(setelah itu…)
…
...
Tiba-tiba ku buka mataku. Aku
terbangun dari mimpiku… ya Tuhan syukurlah…hanya mimpi. Hufhh..aku benar-benar
syok tadi.
Kemudian aku terkejut. Ku melihat di
hadapanku ada buket bunga mawar putih besar tepat di hadapanku. Setelah itu…
“ Taraaaaaaa…..” seseorang muncul di
hadapanku dan dia telah menampakkan wajahnya di balik buket bunga besar itu.
“ Oppa…kau ini..” aku langsung
terbangun dari tidurku, dan mencubit pipi oppa.
“ Annyeonghaseyo Princess Yoona… Ini
bunga untukmu..” sambil menerima buket bunga mawar putih kesukaanku.
“ Annyeong oppa.. “ sambil
tersenyum. Lalu oppa mencubit pipiku..dan hidungku.
“ Bagaimana dengan tidurmu semalam?
Nice dream? Semoga..hmm…” lagi-lagi oppa tersenyum lembut. Oppaa… rasanya aku
ingin memelukmu karna mimpi itu.
“ Aissshh..aku belum menjawabmu
oppa. Hmm…bad dream sih.. Oia, tumben oppa pagi-pagi kemari? ”
“ hmm.. aku kemari sedang
menjalankan tugas penting. Yaitu membangunkan Tuan Putri dari tidurnya, untuk
segera bergegas mandi dan berangkat….” Belum selesai bicara, aku langsung
teringat tugasku.
Ya Tuhan…aku terlambat. Langsung
saja aku segera beranjak dari kasurku dan mengambil handuk.
“ Oppa…kenapa tidak bilang dari tadi?
Uuuhhh… oppa…” bergegas aku masuk ke dalam kamar mandi. Dan baru ingat, masih
ada oppa di kamar. Langsung saja aku berteriak dari dalam kamar mandi.
“ Oppa… bisakah kau keluar dulu?
Setelah ini, aku kan harus berpakaian. Aku takut…”
“ Tenang saja, aku akan keluar
putri.. aku tidak akan mengintipmu. ” jelas Donghae sambil sedikit tertawa dan
membayangkan wajah panikku.
“ Emmh…baiklah. Gomawo oppa..” lalu
aku bergegas segera menyelesaikan acara mandiku. Keluar kamar mandi, aku
melihat keadaan kasurku sudah rapi, siapa yang merapikan? Ah, pasti oppa. Dasar
oppa, aku tidak ingin merepotkannya. Lalu, aku teringat lagi, aku
terlambaaaaaaaaatttt…uhh.. Segera, secepat kilat memakai baju seragam,
menyiapkan buku, memakai sepatu, dan menyisir rambut. Nah, selesai. Semoga
tidak ada yang tertinggal.
Dari luar kamar, ku dengar eomma
berteriak menyuruhku untuk segera sarapan dan berangkat. Sarapan? Ah, tidak
sempat. Nanti saja di sekolah. Lalu aku segera turun, dan kulihat oppa masih
menunggu di depan mobilnya. Ah, untung saja ada oppa. Lalu aku berpamitan
dengan eomma, dan segera berangkat dengan mobil oppa. Capcuuuussss… *nah lo,
di korea g ada bhsa ituu… =,=”
(BackSound mengalun : Park Bo Ram-
Forever (*kea di film2 sajjo ada backsoundnya..tapi klo dbnyangin enk
juga..hihihi //author gje ^0^”)
Di perjalanan, aku berharap gerbang
masih terbuka untukku. Dudukku pun tak tenang.. Dan ku lihat oppa mengambil
sebuah bungkusan roti dan memberikannya padaku.
“ Makanlah, kau belum sarapan.
Setidaknya ada yang mengganjal perutmu ini untuk sementara. Ne? ” ucap oppa
sambil mengelus puncak kepalaku.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum
menerima roti dari oppa. Ku lahap roti tersebut dengan sangat lahap, seperti
orang kelaparan saja.
“ Pelan-pelan saja makannya.. tak usah
tergesa-gesa. Tak mungkin terlambat. ”
“ Mwo? ” lalu dengan segera oppa
mengganti perseneling dan langsung menginjakkan gasnya. Aku terlonjak kaget.
“ Oppaaaaaa….” Aku berteriak takut.
Oppa ini suka ngebut ya? Ya Tuhan…. Aku sampai memejamkan mataku.
Sampai-sampai aku berhenti makan
roti takut-takut aku tersedak.
Tak sampai 15 menit, sampailah aku
didepan sekolah. Oppa mengerem mendadak, aku sampai kaget. Untung tidak
tersedak. Hufh..oppa… langsung ku cubit pipinya. Oppa hanya meringis kesakitan
tapi sambil tertawa.
Ku lihat gerbang belum tertutup.
Syukurlah…. Segera aku bergegas turun dari mobil, “ Gomawo oppa untuk
tumpangannya. Hati-hati di jalan.. Bye.. ” ku lambaikan tanganku bak seorang
miss universe. Oppa hanya tersenyum melihatku dan pergi.
Sesampainya di gerbang, ada Sunny
dan Taeyon menungguku. Ku lihat mereka melambai-lambaikan tangan dan
memanggilku.
“ Yoong.. Annyeonghaseyo…” jerit
mereka serempak dan tiba-tiba memelukku. Haduuh…pagi-pagi sudah teriak-teriak.
Jadi malu sendiri kalau di dengar satpam.
“ Annyeong… Kalian ngapain disini?
Menungguku? ” aku bingung, tumben mereka menungguku disini. Tidak biasanya. Ada
apa dengan hari ini? Apa aku ulang tahun? Tidak… Lalu apa?
“ Ahh..kami disini kebetulan juga
baru datang dan Sunny melihatmu di antar oleh Donghae. Jadi, kami tunggu di
sini. ” ujar Taeyon sambil nyengir kuda disertai anggukan Sunny.
“ Owh aku pikir ada yang aneh hari
ini. Tapi sudahlah… Ayo masuk, nanti bel keburu berbunyi. ” lalu langsung
terdengar bel berbunyi.
Teng..tong.. Teng..tong.. *bel.nya
ga keren blas =_=?
“ Yuk masuk.” Lalu Sunny menarik
tanganku dan segera berlari. Aku menoleh ke belakang, Taeyon masih terpaku di
tempat. Lalu aku menarik tangan Sunny agar Sunny berhenti. Lalu aku menghampiri
Taeyon yang terdiam.
“ Hey, Yon. Ayo… kau mau kena hukum
Bu Yao Jhi ya? Kenapa bengong di situ? ” lalu ku tarik tangan Taeyon. Dan
akhirnya Taeyon tersadar.
“ Ah..mian Yoong. Aku jadi sering
melamun akhir-akhir ini. Ayo.. ” lalu ganti Taeyon yang menggeretku dan kami
bertiga berlari bersama-sama.
___________----------------pulang
sekolah-----------------_____________
Dreeett…dreeett…Doki
doki..dreeeett…dreeettt..doki doki… *hapenya Yoong bunyi.
“ Ah.. Hmm? Oppa? ” segera ku angkat
telepon dari oppa. Dan kulihat Taeyon dan Sunny berusaha menguping.
“ Hey..hush..hushh….sana-sana…
jangan menguping. Hehehe ” ku dorong-dorong Sunny dan Taeyon agar menjauh,
karna ini prifasi.
" Annyeong oppa... "
" Annyeong... Yoong, kau masih
ada disekolah? " tanya oppa di seberang *seberang telpon mksudnyaaa
" Mwo? Ne.. aq masih di sekolah
oppa. Wae ? " aku bingung, tumben.
" Hmm..nde. Aku segera kesana.
Tunggu aku di depan gerbang. Klik "
sambungan telpon langsung terputus.
" Ahhh... aiissshh.. Oppa slalu
saja. " lalu aku berbalik dan mendapati kedua sahabatku ini sedang
asyik-asyiknya menguping.
" Aaiiisssshhh... apa yang
kalian lakukan di belakangku? Menguping? " ku lihat Sunny dan Taeyon
nyengir-nyengir lalu kabur.
" Heeeyyy...mau kemana? Awas
kalian.. YAA!! " aku sebal sekaligus gemas dengan tingkah mereka berdua.
Lalu aku berjalan ke gerbang, lihat
kanan kiri mencari oppa. Lalu dari kejauhan ku lihat oppa datang dan berhenti
tepat di depanku dan membukakan pintu intukku.
" Masuklah.. Kit harus
bergegas. " mwo? aku bertanya dalam hati. Kenapa harus buru-buru? Lalu aku
langsung duduk dan kamipun berangkat.
_______---------------Donghae POV--------------________
Rencana ini mungkin berhasil... pikirku
senang.
" Yoona, setelah sampai,
bisakah kau menutup matamu? " pintaku setelah tempat yang di tuju hampir
dekat.
" Hmm.. wae oppa? "
sepertinya dia bingung lagi, tapi tak apalah.
Aku tersenyum padanya, kulihat Yoona
benar-benar bingung.
(sampai dari jarak beberapa meter
dari tempat yang di tuju...)
Ku persilahkan Yoona turun dari
mobil. " Nah, silahkan Tuan Putri. Sekarang pejamkan matanya, ingat jangan
mengintip. Ara? "
" Arasso oppa.. " kulihat
Yoona masih sedikit gugup dengan apa yang akan ku berikan padanya nanti.
Yoona berjalan perlahan sambil ku
tuntun jalannya. Ku lirik Yoona masih memejamkan matanya, dan ku ingatkan
kembali " Ingat, awas jangan mengintip. " aku tersenyum melihat
wajahnya yang cemberut dan Yoonapun mengangguk.
Saat sampai di tempat itu, ku pinta
Yoona untuk tetap terpejam dan jangan mengintip. Yoona kembali mengangguk.
Aku pergi ke tempat kejutan yang ku
siapkan dan memperhatikan apakah ada yang berantakan atau tidak. Lalu aku
kembali ke tempat Yoona berdiri.
Hembusan angin membuat rambut Yoona
berantakan,, tapi Yoona tetap tak menghiraukan. Dia hanya tersenyum senang,
sepertinya.
Ku tarik dia perlahan dan kami
berdua berjalan mendekat. " Sekarang.. buka matamu perlahan. Ku hitung
mundur ya? "
" Tiga... "
" Dua... "
" Satu... "
Ku menjauh dari belakang Yoona dan
berdiri tepat di depan Yoona dan sesuatu itu. *haesstt sesuatu =.="
Ku tunggu reaksi Yoona..
Dan saat Yoona membuka matanya yang
terpejam....
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TBC
haiiiyyyaaaaaaaaa...... TBC lagii..
^0^ hhohohoho
Tunggu part 5 selanjutnya
iyyaaaaaaaaaa...
Mian untuk salah2 kata... ;) Enjoyed
for reading.. :D
Langganan:
Postingan (Atom)




